Suku Bunga Rendah, Menko Airlangga: Kalau Mau Ngutang Sekarang

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 320 2471671 suku-bunga-rendah-menko-airlangga-kalau-mau-ngutang-sekarang-ECnytB4x9c.jpg Menko Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini cadangan devisa negara yang tertinggi sepanjang sejarah.

Hal ini menandakan ekonomi Indonesia mulai mengalami tren positif di tengah kasus positif covid 19 yang mulai melandai.

Menurutnya, saat ini neraca perdagangan juga sedang tumbuh positif. Selain itu, transaki berjalan dan surat berharga atau sertifikat yang berisi perjanjian antara perusahaan emiten sebagai peminjam dana dengan investor sebagai pemberi dana relatif rendah, dan rupiah selama pandemi covid ini relatif stabil dan juga IHSG berada di atas level 6.000.

"Terkait transaksi berjalan dan obligasi pemerintah relatif rendah, artinya kalau mau ngutang itu sekarang, karena kalau utang sekarang interest rate (suku bunga) sedang rendah-rendahnya" ujar Menko Airlangga dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Airlangga menyarankan jika memiliki utang yang lalu ketika sedang memiliki interest rate yang tinggi, itu lebih baik ditukar atau di-reprofiling dengan utang-utang hari ini yang sedang memiliki interest rate rendah.

Mengenai target pertumbuhan ekonomi ke depan, Pemerintah telah menetapkan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 3,7%-4,5% (YoY) di tahun 2021 dan sebesar 5,2% (YoY) di tahun 2022.

Pencapaian target ini akan bergantung pada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi COVID-19. Pemerintah terus memperkuat pengendalian pandemi dari sisi hulu hingga hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Penguatan disisi hulu dilakukan melalui peningkatan akselerasi vaksinasi, peningkatan disiplin protokol kesehatan, peningkatan jumlah testing dan tracing, serta pengendalian mobilitas masyarakat melalui pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Terlihat begitu kita injak rem, itu maka pertumbuhan ekonominya langsung tumbuh ke bawah, jadi kita melihat bahwa pengendalian pandemi dan respons itu berbaliknya langsung," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini