IHSG Bergerak di 6.069-6.154, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 278 2472098 ihsg-bergerak-di-6-069-6-154-simak-rekomendasi-saham-hari-ini-aj3McSI4wN.jpg Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat hari ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG hari ini akan berada di kisaran 6.069-6.154.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG terkoreksi wajar setelah alami lompatan penguatan dari rebound MA200 dan Break out MA50. Arah momentum masih cenderung positif dari indikator Stochastic dan RSI.

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham BMRI hingga TLKM, Net Buy Rp363 Miliar

"Trend pergerakan IHSG masih menguat selama IHSG mampu bertahan di atas zona MA200 yang saat ini berada di kisaran 6069. Sehingga IHSG berpeluang rebound pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.069-6.154," ujar Lanjar dalam risetnya, Kamis (16/9/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AALI, ACST, AGII, BBRI, BDMN, ERAA, IMAS, LSIP, MCAS, TOWR, UNVR, WSKT, TBIG.

Baca Juga: IHSG Melemah Seharian, Apa Penyebabnya?

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 18,86 poin atau 0,31% ke level 6.110 dengan saham-saham pada sektor Industri (-0.90%) dan Material dasar (-0.76%) menjadi yang terdalam sedangkan sektor Energy (+0.85%) dan Teknologi (+0.64%) yang menguat tidak mampu menahan IHSG di zona hijau.

Faktor eksternal menjadi motor tekanan pergerakan IHSG pasca data inflasi AS dan penjualan eceran Tiongkok yang dibawah ekspektasi membuat ketidakpastian perihal masa depan pemangkasan stimulus the Fed.

Leader:

SMMA, BUKA, SLIS, BDMN, BMRI

Laggard:

BBCA, BBRI, ASII, ARTO, BBHI

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi menguat diperdagangan hari kamis setelah meredanya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi yang di awal dengan lonjakan saham-saham energy hampir diseluruh dunia. S&P 500 membukukan lompatan terbesar sejak Agustus 2021.

Minyak menguat setelah laporan pemerintah AS menunjukkan penurunan stok minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan. Investor terus menilai prospek pembukaan kembali ekonomi di tengah wabah virus delta dan kenaikan biaya yang dipicu oleh harga komoditas yang lebih tinggi dan gangguan pasokan terkait pandemi.

PBB mengatakan ekonomi global diperkirakan akan mengalami pemulihan tercepat dalam hampir lima dekade tahun ini, tetapi memperingatkan tentang kesenjangan yang semakin dalam antara negara-negara maju dan berkembang. Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi alami penguatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini