Obligasi Hutama Karya Kelebihan Permintaan 3,9 Kali

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 278 2472303 obligasi-hutama-karya-kelebihan-permintaan-3-9-kali-7HtIOw6RJr.jpeg Obligas Hutama Karya kelebihan permintaan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Obligasi PT Hutama Karya (HK) mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,9 kali. Hutama Karya menerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap I 2021 dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021.

Baca Juga: Sambungkan Aceh-Lampung dengan Tol, Hutama Karya Butuh Rp547,1 Triliun

Dari aksi korporasi tersebut, emiten plat merah ini menghimpun total dana Rp1,5 triliun. Perseroan menawarkan obligasi II senilai Rp1 triliun dengan waktu tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun dengan tingkat kupon masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan 9,3% yang efektif per 7 September 2021.

Sedangkan penerbitan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021 sebesar Rp500 miliar dengan waktu tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun dengan nilai imbal hasil masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan 9,3% yang efektif per 7 September 2021.

Baca Juga: Hutama Karya Ditantang Rampungkan Proyek Tahap I Tol Trans Sumatera hingga 2024

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengapresiasi animo para investor. Menurut dia, sebagai salah satu BUMN yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah, Hutama Karya mendukung target rencana jangka menengah Pemerintah khususnya dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan proyek infrastruktur strategis lain.

”Dalam lima tahun terakhir, Hutama Karya mencatat pertumbuhan kinerja yang baik di mana hingga Desember 2020, total aset perusahaan mencapai Rp110,98 triliun atau tumbuh 362% dibandingkan 2016,” kata Budi.

Hutama Karya, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan diversifikasi sumber pendanaan eksternal. Selain melalui lembaga keuangan baik bank maupun non-bank yang dimulai dari Penawaran Umum Obligasi I HK Tahun 2013 dan penerbitan Global Bonds senilai USD600 juta atau setara Rp9 triliun pada Mei 2020, perusahaan telah mendapatkan 5x oversubscribed.

”Kami mengapresiasi minat para investor yang secara tidak langsung turut mendukung menyukseskan penyelesaian pembangunan JTTS dan semakin terbukanya akses infrastruktur di Indonesia," tuturnya.

Melalui penerbitan obligasi berkelanjutan ini, Budi berharap dapat memperbaiki struktur permodalan perusahaan untuk mendukung target rencana jangka menengah Pemerintah khususnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini