IHSG Melemah Lagi, Investor Harus Apa?

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 278 2472447 ihsg-melemah-lagi-investor-harus-apa-00purWjclZ.jpg IHSG Ditutup Melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG terlempar ke level 6.109. Padahal, IHSG dibuka menguat namun gagal mempertahankan di zona hijau.

Technical Analyst Panin Sekuritas William Hartanto menjelaskan, stagnasi IHSG hari adalah hal yang wajar. Menurutnya, IHSG masih akan bergerak di kisaran 6.000-6.172.

"Ini memang sudah biasa terjadi sejak Agustus-September indeks agak stagnan. Kalau kita lihat yang terjadi pada bulan ini juga pergerakan IHSG masih di area 6.000-6.172," kata William, dalam 2nd Session Closing, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Kendati demikian, William menyambut positif perdagangan hari ini dan sepekan terakhir, sejalan dengan masuknya dana asing yang mencapai Rp428,42 miliar di pasar reguler.

"Dari perdagangan hari ini dan yang terjadi hampir sepekan ini, hal menarik yang saya temukan ketika stagnasi IHSG, ada katalis positif dari investor asing. Saya kira ini kondisi yang bagus untuk dimanfaatkan," katanya.

Menurut William, masuknya dana asing di Indonesia, yang jika dihitung sepekan mencapai Rp1,44 triliun (pasar reguler), adalah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh investor.

"Saya kira ini peluang yang bagus. Ini adalah bentuk optimisme asing mempercayakan dananya untuk investasi saham di Indonesia," tandasnya sembari menambahkan "Saya kira market sudah kondusif dan tidak turun lebih jauh. Akan berada di kisaran level 6.000 - 5.947," katanya.

Sementara itu, William merekomendasikan emiten sektor energi terutama yang berkaitan dengan komoditas batubara mengingat kondisi harganya yang meningkat di pasar global.

"Kalau dari saya rekomendasinya ada di saham-saham sektor energi khususnya batu bara, alasannya kenaikan harga komoditas yang tinggi, tapi harga sahamnya malah stagnan. Saya merekomendasikan Buy untuk ADRO, UNTR, PGAS, MTDL untuk jangka menengah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini