Dow Jones dan S&P 500 Turun, Wall Street Berakhir Melemah

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 278 2472660 dow-jones-dan-s-p-500-turun-wall-street-berakhir-melemah-5HOcoEfnia.jpg wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Dua indeks utama Wall Street turun setelah rilis data penjualan ritel AS.

Dow Jones Industrial Average turun 62,22 poin atau 0,18%, menjadi 34.752,17 dan S&P 500 turun 6,65 poin atau 0,15%, menjadi 4.474,05. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 20,30 poin atau 0,13%, menjadi 15.181,83. 

Baca Juga: Wall Street Melemah, Investor Wanti-Wanti Inflasi Tinggi

Indeks utama sebagian besar berada di zona merah karena kenaikan imbal hasil Treasury AS menekan saham teknologi dan menguatnya dolar membebani eksportir.

Amazon.com didukung oleh penjualan online yang solid dalam laporan Departemen Perdagangan, membantu mendorong Nasdaq ke wilayah positif. 

Baca Juga: Wall Street Menguat, Saham Energi Melesat

"Melihat hari ini, jelas kami mendapat berita positif dari penjualan ritel dan sepertinya perlambatan besar-besaran dalam ekonomi tidak terwujud seperti yang diharapkan banyak orang," kata Ahli Strategi Pasar Senior LPL Financial, Ryan Detrick, dilansir dari Reuters, Jumat (17/9/2021).

"Ini adalah pengingat yang bagus bahwa ekonomi masih mengambil dua langkah maju untuk setiap langkah mundur bahkan di tengah kekhawatiran Covid," tambah Detrick.

Data yang dirilis sebelum bel pembukaan menunjukkan lonjakan tak terduga dalam penjualan ritel karena pembeli melewati Badai Ida dan varian Covid Delta, bukti ketahanan konsumen, yang berkontribusi sekitar 70% terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

"Sekali lagi, ini menunjukkan konsumen AS terus membelanjakan dan terus membantu pertumbuhan ekonomi ini," tambah Detrick.

Sementara itu, saham energi jatuh setelah harga minyak mentah turun dari lonjakan karena meredanya ancaman ke Teluk Meksiko dari Badai Nicholas.

Perusahaan tertentu mendapat dorongan dari laporan penjualan ritel. Di antaranya, pakaian Gap Inc, pasar online Etsy Inc dan perusahaan aksesori mewah Tapestry Inc semuanya menguat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini