IPO, Adhi Commuter Properti Tunjuk IFG Jadi Penjamin Emisi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 278 2472812 ipo-adhi-commuter-properti-tunjuk-ifg-jadi-penjamin-emisi-NmyRTHap52.jpg Adhi Commuter Properti tunjuk IFG jadi penjamin emisi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Adhi Commuter Properti (ADCP) membuat kontrak kerja sama dengan lembaga asuransi dan keuangan terkait rencana IPO. Saat ini perseroan sudah bergabung dengan penjamin utama emisi atau lead underwriter.

Direktur Pengembangan Bisnis ADCP Rozi Sparta menyambut lead underwriter dipimpin oleh Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Baca Juga: Alasan Adhi Commuter Properti Terbitkan Obligasi

Kemudian, beranggotakan Bank CNB, Maybank, Bank RHB, dan dua lembaga keuangan lainnya. Tercatat, ada 6 underwriter yang akan membantu ADCP melaksanakan aksi korporasi tersebut.

"Saat ini kita sudah joint lead underwriter untuk aksi korporasi kami. Dan ada enam joint lead underwriter, ada Bahana sebagai leader dan ada teman-teman regional underwater seperti CNB, Maybank, RHB, jadi ada 6 underwriter yang mensupport atau membantu kita menjalankan aksi korporasi," ujar Rozi saat diwawancarai MNC Portal Indonesia, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Adhi Commuter Properti Catatkan Obligasi Rp500 Miliar di BEI

Meski sejumlah proses administrasi dan persyaratan tengah dibidik manajemen, Rozi mengaku pihaknya masih mengkaji perihal waktu, nominal pendanaan, dan konsep detail dari Initial Public Offering (IPO).

"Saat ini nilainya masih difinalisasikan seperti apa, konsepnya seperti apa dan akan kami kabari segera kalau sudah kita dapat kajian yang lebih tepat dan sudah diberikan kesempatan oleh lembaga terkait untuk menyampaikan rencana kami ke depan," ungkap dia.

Rozi juga menjelaskan semua proses berjalan sesuai jadwal. Pada pekan lalu September 2021, pihaknya kembali mendaftarkan nama perusahaan sebagai kelanjutan dari proses tahap pertama di OJK.

Rencana aksi korporasi perseroan pun sudah disetujui (approval) dari pemegang saham. Baik Kementerian BUMN dan Adhi Karya sebagai induk perusahaan.

"Kami proses IPO ini sudah berjalan dan disupport oleh pemegang saham, terutama pemegang saham kami secara langsung yaitu Adhi Karya, dan lebih tinggi lagi Kementerian BUMN. Kami juga sudah mendapatkan approval dari Kemen BUMN di bulan Agustus kemarin untuk melakukan IPO," tutur dia.

ADCP memang membidik dana segar. Sebab ada sejumlah proyek di sektor properti yang ditargetkan perusahaan dapat dikerjakan pada waktu-waktu mendatang, salah satunya pengembangan transit oriented development (TOD).

Di sisi pendapatan, manajemen menargetkan pendapatan berada di angka 10% atau di kisaran Rp 1 triliun dibandingkan realisasinya tahun lalu yakni Rp 900 miliar. Kemudian, laba perseroan direncanakan tumbuh 20% dari tahun sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini