PT Timah (TINS) Bayar Obligasi Rp16,2 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 278 2472847 pt-timah-tins-bayar-obligasi-rp16-2-miliar-Hf38HKSxg3.jpg PT Timah siap bayar obligasi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – PT Timah Tbk (TINS) siap membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan mengumumkan telah siap membayar bunga Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I 2017 Seri B. Keduanya akan jatuh tempo pada 28 September.

Sekretaris Perusahaan TINS Abdullah Umar menyebutkan, perinciannya Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B dengan kode efek TINS01BCN1 akan dibayarkan senilai Rp13.693.750.000. Sedangkan, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I 2017 Seri B dengan kode efek SITINS01BCN1 akan dibayarkan senilai Rp2.581.250.000, sehingga totalnya Rp16.275.000.000.

Baca Juga: Rahasia PT Timah (TINS) Kantongi Laba Rp270 Miliar di Tengah Pandemi

Disebutkan, dana telah tersedia di rekening bank milik emiten. Pembayaran akan dilakukan perseroan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dilakukan paling lambat 27 September 2021 sebelu 14.00.

Untuk diketahui, TINS mencatatkan kinerja keuangan yang cukup baik pada semester I/2021, didorong oleh harga timah yang sedang naik kendati pendapatan dan produksi menurun. Berdasarkan laporan keuangan semester I/2021, perseroan mencatat pendapatannya turun 27% ke Rp5,87 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,03 triliun. Adapun, produksi bijih timahnya pada paruh pertama 2021 tercatat turun 54% ke 11.457 ton dari tahun sebelumnya sebanyak 25.081 ton.

Baca Juga: PT Timah Bakal Bangun Hilirisasi Logam Tanah Jarang meski Teknologi Dikuasai China

Selain itu, produksi logam timahnya turun 57% ke 11.915 ton dari tahun sebelumnya 27.833 ton.

Direktur Keuangan TINS Wibisono pernah mengatakan, dari sisi penjualan, beriringan dengan produksi, mengalami penurunan 60% ke 12.523 ton dari semester I/2020 sebanyak 31.508 ton. Meskipun terjadi penurunan, perseroan masih mencatatkan laba dan EBITDA yang cemerlang.

Untuk EBITDA perusahaan para paruh pertama tahun ini tercatat melesat 199% ke Rp1,04 triliun dari tahun sebelumnya hanya Rp348 miliar.

Kemudian, laba operasional perseroan melambung 378% dari minus Rp227 miliar menjadi Rp630 miliar pada semester I/2021. Selanjutnya, untuk laba bersih perseroan berhasil mencatat kenaikan 169% ke Rp270 miliar dari tahun sebelumnya masih minus Rp390 miliar.

“Naiknya harga logam timah akibat menyusutnya supply di pasar, ditambah efisiensi yang terukur menjadi faktor naiknya margin dan laba perseroan,” jelas Wibisono.

Tercatat pada semester pertama, harga jual rata-ratanya naik sampai 69% year on year (yoy) dari USD16.461 per metrik ton menjadi USD27.858 per metrik ton. Wibisono juga menyebutkan perseroan telah mengurangi beban keuangan, outstanding utang kredit, beban kerja untuk mendorong capaian kinerja perseroan semester I/2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini