Rights Issue, Kioson Incar Dana Rp251 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 278 2472907 rights-issue-kioson-incar-dana-rp251-miliar-EKLaDmPTBi.jpg Kioson komersial Indonesia rights issue (Foto: Antara)

JAKARTA - PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 358 juta saham dengan harga penawaran Rp700 per saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas (PUT) I.

Dari aksi korporasi tersebut perseroan berpotensi meraup dana sebanyak Rp251,03 miliar. Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 243,86 juta waran seri II dengan harga pelaksanaan Rp1,200 per saham. Sementara itu, seluruh dana bersih yang diperoleh aksi korporasi tersebut setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan modal kerja perseroan dan anak usaha, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: Emiten E-Commerce Kioson Komersial (KIOS) Dapat Restu untuk Rights Issue

Aksi korporasi ini telah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 24 Agustus 2021. Sementara aksi right issue akan berlangsung pada November mendatang.

Secara rinci, daftar pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD pada 9 November 2021. Cum dan ex HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi dilakukan pada 5-8 November 2021. Cum dan ex HMETD di pasar tunai dilaksanakan pada 9-10 November 2021. Sedangkan pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 November 2021.

Perlu diketahui, PT Artav Mobile Indonesia selaku pemegang saham utama perseroan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya dan mengalihkan HMETD nya kepada masyarakat yang akan diperdagangkan sesuai dengan mekanisme perdagangan BEI.

Berdasarkan asumsi, apabila seluruh HMETD dilaksanakan maka kepemilikan Artav Mobile Indonesia akan menyusut menjadi 32,560% dari semula 48,840%. Sementara masyarakat meningkat menjadi 67,440% dari sebelumnya 51,160%.

Kemudian, apabila masyarakat melaksanakan HMETD dan waran seri II maka kepemilikan Artav Mobile Indonesia akan menurun menjadi 26,543% dari semula 32,560%. Sementara masyarakat naik menjadi 73,457% dari sebelumnya 67,440%.

Di sisi lain, Kioson Komersial Indonesia telah membentuk anak usaha baru yakni PT Indonesia Super Exchange sekaligus meluncurkan platform IndoXC. IndoXCmerupakan marketplace terlengkap untuk produk digital, di mana platform ini akan menghubungkan seluruh aplikasi digital dengan lebih dari 50.000 stock keeping unit (SKU) produk digital yang ada di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini