Mendag soal Surplus Necara Perdagangan Tertinggi dalam 16 Bulan

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 320 2472895 mendag-soal-surplus-necara-perdagangan-tertinggi-dalam-16-bulan-J9LjRH6PYp.jpg Mendag soal Surplus Neraca Perdagangan (Foto: Humas Kemendag)

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus surplus USD4,74 miliar. Surplus neraca perdagangan ini tertinggi sejak surplus 16 bulan berturut-turut.

Surplus neraca perdagangan ditopang nilai ekspor bulanan yang mencapai USD21,42 miliar dan menjadi nilai tertinggi sepanjang sejarah.

"Sehingga, surplus pada Januari hingga Agustus 2021 mencapai USD19,17 miliar," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Mendag mengatakan, capaian ekspor Agustus 2021 ditopang oleh peningkatan ekspor produk manufaktur dan komoditas utama, tren peningkatan harga komoditas, dan peningkatan impor negara mitra dagang.

Peningkatan ekspor produk manufaktur ditunjukkan oleh pertumbuhan ekspor bulanan (MoM) dan produk kertas (HS 48) sebesar 19,61%, produk kimia (HS 38) sebesar 17,10%, dan kendaraan bermotor (HS 87) sebesar 16.16%. Sementara ekspor komoditas utama Indonesia antara lain bersumber dari CPO (HS 15) sebesar 61,60%, produk timah (HS 80) sebesar 56,29%, dan bijih logam (HS 26) sebesar 40,99%.

"Magnitude penguatan ekspor komoditas semakin besar sejalan dengan tren harga komoditas yang tumbuh sangat baik pada Agustus 2021, seperti CPO naik 55,8% YoY dan timah naik 72,7%," kata Lutfi.

Dari sisi demand, terjadi peningkatan impor di negara mitra dagang Indonesia pada bulan Agustus 2021, antara lain China yang impornya tumbuh 33,1% YoY, India yang impornya tumbuh 51,5% YoY, dan impor Vietnam yang tumbuh 21,0% YoY.

Ekspor dan impor Januari-Agustus 2021 yang tumbuh signifikan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021. Pada periode tersebut, pertumbuhan ekspor dan impor tercatat masing-masing sebesar 37,33% YoY dan 33,36% YoY.

"Penguatan kinerja ekspor dan impor merupakan salah satu indikasi penting pemulihan perdagangan seiring dengan pengendalian pandemi Covid-19 dan program vaksinasi massal di Indonesia," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini