Kakek Miliarder Dadakan Dapat Rp3,2 Miliar Langsung Borong Kos-kosan, Ini 4 Faktanya

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 455 2473035 kakek-miliarder-dadakan-dapat-rp3-2-miliar-langsung-borong-kos-kosan-ini-4-faktanya-1anBA7HXTx.jpeg Kakek mendadak jadi miliarder karena mendapat ganti rugi lahan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seorang Kakek asal Klaten, Jawa Tengah menjadi perbincangan karena mendadak jadi miliarder. Alih-alih menghamburkannya, cara Kakek ini mengelola uang tersebut pun menarik perhatian masyarakat.

Kedua kakek ini menjadi miliarder dadakan karena lahannya digunakan untuk proyek tol Solo-Jogja. Berikut fakta tentang Kakek Miliarder yang dirangkum oleh Okezone, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Miliarder Klaten Kantongi Rp43 Miliar dari Uang Ganti Rugi Tol

1.Terdampak proyek tol Solo-Jogja

Kakek pertama bernama Mudono (55 tahun). Dalam pembangunan tol Solo-Jogja, lahan bertani sengon seluas 2.268 meter persegi miliknya terkena dampak. Ia pun menerima ganti rugi sebesar Rp3,2 miliar.

Selain itu, ada Paiman (67 tahun) yang rumah beserta pekarangannya dengan luas 1.000 meter persegi terdampak. Tak hanya itu, dua patok sawah milik keluarganya pun bernasib serupa. Ia menerima uang ganti rugi Rp4 miliar. Uang tersebut masih harus dibagi dengan 12 ahli waris lainnya.

Baca Juga: Jadi Miliarder karena Proyek Tol, Kakek Ini Raup Rp3,2 Miliar Langsung Beli Kos-kosan

2. Mudono mengembangkan usaha indekos

Pekerjaan Mudono saat ini adalah pengembang properti. Oleh karena itu, uang ganti rugi yang diterimanya pun ia gunakan untuk membangun indekos di Yogyakarta dan Malang, Jawa Timur. Ia memilih lokasi yang berdekatan dengan perguruan tinggi di kedua kota tersebut.

“Indekos sudah jadi, tinggal bayar. Uangnya cukup, tombok malah. Salah satu indekos seluas 110 meter persegi terdiri dari dua lantai. Indekos Jogja itu ada tujuh pintu [kamar] dan Malang ada delapan pintu [kamar],” kata Mudono.

3. Paiman membeli 2 rumah

Paiman melakukan langkah serupa dengan Mudono. Namun, Paiman memilih untuk membeli satu rumah berada di Dukuh Kolekan, Desa Beku, dan satu rumah lainnya di Dukuh/Desa Beku. Masing-masing rumah ia beli seharga Rp500 juta dan Rp600 juta.

Meskipun begitu, Paiman belum pindah dari rumahnya yang terdampak proyek. Ia mengatakan akan pindah kalau sudah diminta pindah.

4. Imbauan Kepala BKN Klaten untuk warga yang terdampak

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Tentrem Prihatin, mengimbau warga penerima uang ganti rugi proyek tol Solo-Jogja itu memanfaatkan uang yang diterima sebaik mungkin.

“Kami menyarankan agar penggunaan dana apabila yang kena sawah dibelikan sawah lagi untuk meningkatkan kesejahteraan penerima,” kata Tentrem.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini