Cegah Jakarta Tenggelam, Luhut Benahi Tanggul Raksasa

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 470 2472698 cegah-jakarta-tenggelam-luhut-benahi-tanggul-raksasa-lWLNwWNuQE.jpg Menko Luhut Cek Tanggul Raksasa Jakarta. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan menegaskan segera melakukan pembenahan National Capital Integrated Coastal Development/NCICD) di lokasi tanggul pengamanan pantai Muara Baru dan Kali Adem, Jakarta Utara. Kamis (16/9/2021).

Luhut mengatakan, pemerintah akan menyelesaikan beberapa isu di kedua lokasi tersebut, mulai dari isu infrastruktur, lingkungan, sampah, maupun kelestarian mangrove di wilayah tersebut.

Baca Juga: Bekasi-Banten Bakal Dibangun Tol di Atas Laut

“Ada beberapa isu di kedua lokasi ini, mulai dari isu infrastruktur, lingkungan, sampah, maupun kelestarian mangrove yang memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh pihak,” kata Menteri Luhut melalui keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (17/9/2021).

Dalam kunjungannya hari ini, dia mengaku tinjauan lapangan menjadi penting, apalagi berkaitan dengan penanganan muka air laut yang semakin meningkat dan permukaan tanah yang semakin menurun sehingga berdampak pada wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga: Pembangunan Tanggul Laut Berupa Tol, Ini Penjelasannya

Tak hanya Menteri Luhut, kunjungan tersebut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Gubernur DKI Jakarta.

Dirinya menyampaikan Kementerian PUPR akan membangun tanggul pengaman pantai NCICD sepanjang 11.080 kilometer 255 meter diantaranya sudah selesai dan tersisa 10.825 kilometer lagi

“Selain itu, masih ada 22.468 kilometer yang jadi proyek Provinsi DKI Jakarta. Lebih rinci, khusus untuk NCICD di Muara Baru dirancang untuk dibangun sepanjang 2.037 kilometer dan menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR,” paparnya.

Menurut Luhut, saat jni masih ada banyak kendala yang dihadapi. Mulai dari penambatan kapal di konstruksi tanggul, permasalahan sampah, penurunan permukaan tanah, dan adanya tanah timbul.

Kemudian, Menko Luhut juga meninjau Kali Adem yang merupakan muara dari banjir kanal barat. Lokasi tersebut dipenuhi oleh kapal nelayan dan pemukiman yang terus bertambah, sampah yang menyumbat, penimbunan kulit kerang di badan sungai, dan terjadinya pembobolan tanggul sebagai jalan menuju kapal.

“Saat ini, Pemprov DKI terus mengantisipasi penurunan permukaan tanah dengan berbagai cara. Salah satunya pembangunan tanggul di kawasan pesisir Jakarta yang menjadi area kritis

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini