Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

Antara, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 320 2473205 harga-emas-berjangka-turun-tertekan-penguatan-dolar-4MSr4gJWQz.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut di tengah aksi jual yang tajam karena dolar menguat, dengan semua perhatian investor tertuju pada strategi tapering Federal Reserve (Fed) AS.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh lagi USD5,3 atau 0,3%, menjadi ditutup pada USD1.751,40 per ounce. Emas berjangka kehilangan 2,3% untuk minggu ini dan ditutup pada level terendah sejak 10 Agustus.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun hingga Rp14.000, Segram Rp918.000

Kenaikan mengejutkan dalam penjualan ritel AS pada Agustus di awal pekan, menghidupkan kembali ketakutan tapering atau pengurangan pembelian aset lebih awal oleh The Fed, mendorong dolar lebih tinggi dan mendorong penurunan tajam emas pada Kamis (16/9/2021).

Pasar sudah percaya bahwa Fed akan mengurangi pembelian obligasi, dan itu akan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Daniel Pavilonis.

Baca Juga: Anjlok 2,1%, Harga Emas Dijual USD1.756/Ounce

"Ini bukan pertanda baik untuk emas, kemungkinan besar akan turun kembali," kata Pavilonis.

Dia menambahkan dolar, bukan emas, diuntungkan dari permintaan safe-haven dari perkembangan di China seputar pengembang properti Evergrande.

Dolar naik ke puncak tiga minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah juga naik.

"Emas telah menjadi produk yang membuat frustrasi dan sering berbalik arah," kata seorang pedagang yang berbasis di New York, menambahkan bahwa emas kemungkinan akan dibatasi dalam kisaran 1.750-80 dolar AS menjelang pertemuan Fed.

Komite penetapan kebijakan The Fed akan bertemu pada Selasa (21/9/2021) dan Rabu (22/9/2021) pekan depan.

Pergeseran hawkish yang kuat dapat mendorong reaksi spontan, reaksi penurunan pada emas sekalipun sudah diperhitungkan, kata analis StoneX, Rhona O'Connell.

Melepaskan langkah-langkah dukungan ekonomi tidak hanya meredupkan status emas sebagai tempat berlindung yang aman, tetapi setiap kenaikan suku bunga selanjutnya akan diterjemahkan ke peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 45,7 sen atau 2,00%, menjadi ditutup pada 22,337 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 7,3 dolar, atau 0,79%, menjadi ditutup pada 930,6 dolar per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini