Hasil Pertemuan Menteri Ekonomi Asean, Sepakati Percepat Pemulihan Pascapandemi

Anggie Ariesta, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 320 2473240 hasil-pertemuan-menteri-ekonomi-asean-sepakati-percepat-pemulihan-pascapandemi-xWFenoHEdP.jpg 6 Kesepakatan Menteri se-Asean (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan enam poin penting hasil kesepakatan rangkaian Pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) ke-53. Pertemuan berlangsung pada 8-9 September 2021 dan pertemuan ASEAN dengan Negara Mitra Dialog pada 13-15 September 2021.

Adapun sejumlah poin penting yang disepakati bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi negara-negara ASEAN akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani Buat 5 Aturan Perdagangan Indonesia dengan Negara Mitra

“Kami berharap, poin-poin yang telah disepakati nantinya dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dan mempercepat pemulihan ekonomi negara-negara ASEAN pascapandemi Covid-19,” kata Mendag Lutfi dikutip Sabtu (18/9/2021).

Mendag Lutfi menyebutkan enam poin penting yang telah disepakati, pertama, mereviu dan meng-upgrade Persetujuan Perdagangan Barang ASEAN/ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang akan dimulai pada 2022. Hal tersebut guna menyesuaikan kondisi ekonomi ASEAN dengan perkembangan ekonomi global dan dinamika kebutuhan pelaku usaha untuk meningkatkan perdagangan intra-ASEAN dan mewujudkan sentralitas ASEAN.

Baca Juga: Vaksinasi Kembangkan Perdagangan di Masa Depan

Kedua, mendorong upaya pemulihan ekonomi di ASEAN sebagai dampak pandemi Covid-19 melalui kolaborasi produksi vaksinasi di kawasan, implementasi ASEAN Travel Corridor Arrangment, dan pembentukan ASEAN Digital Travel Wallet untuk mempermudah mobilitas dan kemudahan transaksi pembayaran selama masa pandemi. Selain itu, pemerintah juga mengapresiasi dukungan vaksinasi dari negara mitra dan berdiskusi mengenai perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di kawasan.

Sejumlah prioritas kegiatan untuk membangun ketahanan ekonomi pascapandemi dan dukungan peran sistem perdagangan multilateral untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan juga menjadi bahasan penting para Menteri Ekonomi ASEAN. Dalam mengatasi permasalahan tingginya biaya logistik di kawasan, para Menteri Ekonomi ASEAN juga sepakat mendorong inisiatif yang bersifat lintas sektoral.

Ketiga, menyepakati pembentukan ASEAN Investment Facilitation Framework (AIFF) untuk meningkatkan fasilitasi investasi. “Meskipun negara anggota ASEAN bersaing untuk menarik investasi asing, namun penting bagi ASEAN bersama-sama mempromosikan investasi di kawasan. Salah satu caranya dengan memastikan lingkungan investasi yang kondusif bagi investor,” tutur Mendag Lutfi.

Keempat, mengintensifkan persiapan implementasi Persetujuan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang akan berlaku pada 1 Januari 2022. “Indonesia sebagai country coordinator RCEP meyakinkan negara ASEAN lainnya bahwa pelaksanaan implementasi RCEP dari seluruh anggota RCEP dapat membantu pemulihan ekonomi. Pertemuan juga menyepakati sosialisasi kepada para pelaku usaha perlu diintensifkan untuk meningkatkan public awareness,” imbuh Mendag Lutfi.

Kelima, mendorong kerja sama mendukung perdagangan digital (e-commerce) di kawasan. Hal itu khususnya dalam meningkatkan peranan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperluas pasar bagi produknya dan menjamin keterbukaan pasar di kawasan, khususnya bagi produk dan alat kesehatan.

Terakhir, meningkatkan kualitas persetujuan ASEAN dengan mitra dialog. Para Menteri Ekonomi ASEAN juga berkomitmen menjadikan perjanjian ASEAN+1 FTA tetap relevan, semakin trade facilitative, business friendly, dan resilience.

"Kami berharap persetujuan dapat diselesaikan dengan jangka waktu yang sudah disepakati dengan mengintensifkan diskusi di level teknis,” pungkas Mendag.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini