6 Fakta Ibu Kota Baru, Bakal Ada Landmark yang Tingginya Lebihi Monas

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 19 September 2021 04:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 470 2473432 6-fakta-ibu-kota-baru-bakal-ada-landmark-yang-tingginya-lebihi-monas-zdcvG22bOg.jpeg Pembangunan infrastruktur ibu kota baru (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur ibu kota baru terus dilanjutkan. Mulai dari infrastruktur dasar hingga rencana Landmark melampaui Monas.

Bagaimana kabar dari pembangunan ibu kota baru? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan oleh Okezone terkait rencana pembangunan ibu kota baru.

Baca Juga: Kominfo Mempersiapkan Infrastruktur TIK Jelang Presidensi G20 Indonesia

1. Landmark Tinggi Lampaui Monas

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menyiapkan sejumlah infrastruktur dasar sebagai penunjang bagi calon ibu kota negara Indonesia di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur digadang-gadang juga akan memiliki landmark dengan tinggi hingga 150 meter, melebihi Tugu Monumen Nasional atau Monas di DKI Jakarta yang hanya 132 meter.

Baca Juga: Infrastruktur Dibangun, Ibu Kota Baru Punya Landmark yang Tingginya Melebihi Monas

2. Habiskan Ratusan Miliar

Proyek pembangunan Tower Penajam disebut-sebut bakal mencapai ratusan miliar rupiah ini menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. Kondisi keuangan pemerintah daerah sedang tidak baik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro memperkirakan pembangunan Tower Penajam bakal membutuhkan anggaran kurang lebih Rp150 miliar.

Dia memaparkan pembangunan Tower Panajam di kawasan Stadion Penajam di Kilometer 9 Nipah-Nipah Kecamatan Penajam tersebut akan dibiayai dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears).

Pengumuman LPSE (lembaga pengadaan secara elektronik) Kabupaten Penajam Paser Utara menyebutkan perencanaan pembangunan Tower Penajam di ibu kota negara dianggarkan pada tahun 2021.

3. Dikritik DPRD

Harga perkiraan sendiri atau HPS lelang paket kegiatan perencanaan pembangunan Tower Penajam itu sekitar Rp 3,7 miliar dan lelang dimenangkan oleh PT Pandu Perkasa dengan nilai Rp2,9 miliar.

“Pembangunan tower adalah kewenangan pemerintah kabupaten, tapi dengan kondisi keuangan saat ini diutamakan yang bersifat prioritas,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Jon Kenedi.

Menurut Jon, pemerintah kabupaten seharusnya berfokus kepada kegiatan yang dapat dilaksanakan sesuai ketersediaan anggaran di kas daerah. Pembangunan Tower Penajam harus melihat kondisi keuangan pemerintah daerah. “Kalau anggaran tidak memadai jangan dipaksakan, karena masih membutuhkan dana untuk membiayai kegiatan lainnya yang prioritas,” ujar Jon Kenedi.

4. Bangun Bendungan

Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengatakan Kementerian PUPR terus membangun infrastruktur penunjang di wilayah ibu kota negara baru.“Pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di wilayah calon ibu kota negara baru terus berjalan,” ujarnya.

Kegiatan pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku sebagai penunjang pasokan air bersih persiapan pemindahan ibu kota negara terus dilakukan Kementerian PUPR.

Pembangunan bendungan yang memiliki daya tampung 11,6 kubik dengan debit air 2.400 liter per detik tersebut sudah memasuki tahap pembangunan fisik. Adapun, anggaran proyek bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku itu mencapai sekitar Rp600 miliar.

5. Infrastruktur Penunjang Air Bersih

Kementerian PUPR membangun infrastruktur pendukung penunjang pasokan air bersih lainnya yakni, intake dan jaringan pipa transmisi sungai.

Anggaran pembangunan intake yang dilengkapi dengan instalasi pengolahan air bersih (water treatment plant/WTP) dan jaringan pipa pipa transmisi sungai tersebut sekitar Rp364 miliar.

6. Jalan Lingkar

Kementerian PUPR membangun jalan lingkar di wilayah Kecamatan Sepaku yang terbagi dalam segmen satu, dua dan segmen tiga.

“Pembangunan jalan lingkar itu sekitar Rp180 miliar dengan biaya pengerjaan masing-masing segmen Rp60 miliar,” ucap Nicko Herlambang.

Anggaran sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Sepaku tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini