3 Fakta BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Tidak Dipotong Sepeserpun

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Minggu 19 September 2021 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 320 2473590 3-fakta-blt-subsidi-gaji-rp1-juta-tidak-dipotong-sepeserpun-Q0inXAhKru.png Pekerja Dapat BLT Subsidi Gaji (Foto: Okezone)

JAKARTA - BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) terus disalurkan kepada pekerja yang memenuhi syarat. BLT subsidi gaji senilai Rp1 juta kini telah cair ke 4,6 juta pekerja/buruh di seluruh Indonesia.

Para pekerja akan secara utuh menerima bantuan tersebut. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah menegaskan bahwa tidak ada potongan apapun dalam penyaluran BLT subsidi gaji ini.

Berikut fakta-fakta soal BLT subsidi gaji yang telah dirangkum oleh Okezone, Jakarta, Minggu (19/9/2021).

1. BLT Subsidi Gaji Tidak Dipotong

Menaker Ida melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran BLT subsidi gaji/BSU tahun 2021 di beberapa perusahaan yang terdapat di wilayah Cilegon, Banten. Di sana, ia memastikan BLT subsidi gaji Rp1 juta tidak dipotong sepeser pun.

"Kehadiran saya dan rekan-rekan dari Kemnaker ingin terus memastikan penyaluran BSU tahun 2021 ini lancar dan tidak ada pemotongan sepeserpun baik untuk biaya administrasi, dan lain-lainnya," tegas Ida dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

2. BLT Subsidi Gaji untuk Pekerja Terdampak Pandemi

Menaker Ida mengatakan bahwa BLT subsidi gaji adalah salah satu program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditujukan mutlak untuk membantu para pekerja/buruh yang perusahaannya terdampak karena pandemi. Adanya bantuan ini diharapkan dapat memulihkan perekonomian keluarga pekerja.

3. Minta Himbara Pantau Pencairan BLT

Menaker Ida berpesan kepada seluruh Bank Himbara yang menyalurkan BSU untuk terus memonitor baik penyalurannya maupun rekapitulasi data yang telah disalurkan yang sebelumnya sudah melalui screening dari Kemnaker.

"Sebagai penutup, saya tak henti-hentinya berpesan baik kepada perusahaan maupun pekerja, seiring ditetapkannya penurunan level PPKM wilayah Jawa-Bali menjadi level 3, agar jangan lengah, jangan terlalu euforia, dan tentu mulai membiasakan menaati protokol kesehatan yang ketat, serta pentingnya mengikuti vaksinasi,” tutup Ida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini