Proyek Bandara Kediri, Gudang Garam Tambah Modal Rp1 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 20 September 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 278 2474006 proyek-bandara-kediri-dapat-tambahan-modal-rp1-triliun-FL8BxITZAO.jpg Tambahan Modal (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Dukung percepatan pembangunan bandara baru, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali menyuntikkan likuiditas ke PT Surya Dhoho Investama (SDHI) untuk pembangunan Bandar Udara Terpadu di Kediri. Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena SDHI merupakan perusahaan terkendali dan afiliasi. Dimana GGRM memiliki secara langsung 99,99% saham di SDHI.

Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman menjelaskan transaksi ini dilakukan perseroan dengan membeli sebanyak 1 juta saham baru yang diterbitkan oleh PT SDHI.

“Dengan penyetoran tambahan modal oleh perseroan sebesar Rp1 triliun, sehingga modal ditempatkan dan modal disetor SDHI yang semula Rp5 triliun bertambah menjadi Rp6 triliun,” ujarnya seperti dilansir Harian Neraca, Senin (20/9/2021).

Baca Juga: Rukun Raharja (RAJA) Raup Pendapatan USD50,1 Juta, Turun 5%

Adapun hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan di Luar Rapat Umum pemegang Saham (Keputusan Sirkuler) SDHI tertanggal 17 September 2021 yang akan dituangkan dalam Akta Perubahan Anggaran Dasar SDHI.

Disebutkan, penyetoran modal ditempatkan dan modal disetor ini akan dilakukan GGRM secara bertahap dengan penyetoran awal Rp100 miliar pada 20 September 2021 dan sisanya akan disetor bertahap hingga paling lambat Desember 2021.

Transaksi afiliasi ini dilakukan untuk mendukung kelanjutan proses pembangunan Bandar Udara Terpadu di Kediri, Jawa Timur, yang akan dibangun GGRM melalui SDHI. Sebagai informasi, di semester pertama 2021, PT Gudang Garam Tbk mencatatkan pendapatan Rp60,58 triliun atau naik 12,92% year on year (yoy) dari Rp53,65 triliun pada semester I/2020.

Baca Juga: Realisasi Capex Garuda Metalindo (BOLT) Capai 25%

Namun, biaya pokok penjualan membengkak hingga Rp54,04 triliun per Juni 2021 dari sebelumnya Rp44,99 triliun.

Kemudian laba bruto GGRM pada semester I/2021 pun terpangkas menjadi Rp6,54 triliun dari sebelumnya Rp8,66 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,31 triliun. Raihan laba bersih itu koreksi 39,53% yoy dari Rp3,82 triliun pada semester I/2020.

Perusahaan rokok milik konglomerat Susilo Wonowidjojo itu menggelontorkan kas bersih untuk investasi senilai Rp2,26 triliun per Juni 2021, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,51 triliun. Kas dan setara kas pada akhir periode semester I/2021 senilai Rp6,56 triliun, turun dari Rp8,25 triliun per Juni 2020.

Total liabilitas GGRM per Juni 2021 turun menjadi Rp18,6 triliun dari akhir tahun lalu Rp19,67 triliun. Pada semester I/2021, liabilitas jangka pendek mencapai Rp15,93 triliun turun dari sebelumnnya Rp17 triliun, sedangkan liabilitas jangpa panjang sejumlah Rp2,67 triliun, naik tipis dari Rp2,65 triliun.

Total ekuitas Gudang Garam mencapai Rp60,83 triliun per Juni 2021, naik dari akhir 2020 sejumlah Rp58,52 triliun. Total aset GGRM pun naik menjadi Rp79,44 triliun dari sebelumnya Rp78,19 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini