Merger Pelindo I-IV, Jasa Armada (IPCM) Siapkan 4 Kapal Baru

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 20 September 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 278 2474017 merger-pelindo-i-iv-jasa-armada-ipcm-siapkan-4-kapal-baru-DXWpfitkmy.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Genjot pertumbuhan bisnsnya, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) perkuat armada untuk meningkatkan kapasitas pelayanan seiring dengan rencana merger Pelindo I, II, III dan IV.

“Kita optimis rencana merger Pelindo akan berdampak positif pada kinerja perseroan. Untuk itu, perseroan meningkatkan kapasitas pelayanan dengan menambah 4 kapal baru,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPCM, Shanti Puruhita di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Disampaikannya, mengenai merger yang akan dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2021 nanti, perseroan akan mempersiapkan diri secara internal. Melalui peningkatan pelayanan baik dari sisi operasional maupun SDM yang secara kualifikasi, harus setara dengan Pelindo.

Kemudian, dari segi sistem juga akan samakan standarisasi pelayanan, tentunya semuanya akan memberikan manfaat yang baik untuk para stakeholder yakni pengguna jasa pelayanan pelabuhan.

Baca Juga: Rukun Raharja (RAJA) Raup Pendapatan USD50,1 Juta, Turun 5%

Shanti menambahkan, peluang bisnis yang bisa didapat dari merger ini sangat besar. Pasalnya, perseroan akan bekerjasama dengan Pelindo, dimana memiliki area pelayanan yang mencakup seluruh Indonesia.

“Nantinya merger ini akan menyatukan semua kemampuan yang kami miliki, baik dari sisi aset sisi aset, sistem dan juga SDM dengan tujuan akhir yakni memberikan pelayanan yang optimal dan menjadikan pelabuhan di Indonesia berstandar internasional,” ujarnya.

Selain itu, kata Shanti, perseroan tetap berkomitmen untuk melakukan transformasi di bidang operasional dan pembangunan sistem-sistem operasional agar pelayanan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Langkah itu akan dicapai, dengan memaksimalkan 85 vessel unit milik yang terdiri dari tugboat, pilot boat dan mooring boat untuk melayani 12 operating services 8 commercial project yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Baca Juga: Realisasi Capex Garuda Metalindo (BOLT) Capai 25%

Untuk diketahui, hingga saat ini Jasa Armada Indonesia melayani pelabuhan Jambi, Palembang, Teluk Bayur, Bengkulu, Pangkal Batam, Pontianak, Banten, Patimban, dan Cirebon. Terakhir, pelabuhan Tanjung Priok dengan skala operasional perseroan. Terbaru, perseroan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yaitu PT Krakatau Bandar Samudera, aneka yang bergerak di bidang jasa port dan berlokasi di Lebak, Banten.

Di tahun depan, kata Direktur Keuangan dan SDM PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Rizki Pribadi Hasan, perseroan mengalokasikan belanja modal hingga Rp 140 miliar. Dimana belanja modal tersebut termasuk untuk investasi pada digitalisasi.

”Kita estimasikan capex kita di 2022 itu kurang lebih sekitar Rp 140 miliar. Terdiri dari penambahan dua kapal tunda dan juga investasi digitalisasi atau teknologi,” ucapnya.

Sementara pada 2021, perseroan menyiapkan belanja modal sekitar Rp 95 miliar yang dialokasikan untuk penambahan empat armada baru. Berupa satu kapal tunda dan tiga motor pandu. Sebelumnya, PT Jasa Armada Indonesia meluncurkan empat kapal tunda berkapasitas 2 x 2.200 tenaga kuda senilai Rp 230 miliar pada awal tahun ini.

Hingga semester pertama 2021, laba komprehensif tahun berjalan IPCM naik 11,74% menjadi Rp 60,46 miliar dari sebelumnya Rp 54,11 miliar. Pendapatan juga turut bertumbuh sebanyak Rp 393,04 miliar, jumlah itu naik 16,20% dari Rp 338,25 miliar.

Direktur Utama perseroan Amri Yusuf mengatakan, pertumbuhan dapat dicapai berkat pengembangan pasar yang dilakukan perseroan secara aktif. Seperti, pendalaman penetrasi market existing yang ada di pasar dan juga ekspansi pasar baru.

”Salah satunya dengan mencermati potensi market yang ada di sekitar pelabuhan umum seperti TUKS dan Tersus. Ekspansi pasar baru juga dilakukan, dengan demikian diharapkan kontribusi dari luar IPC bisa bertumbuh,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini