Presiden Jokowi Teken Aturan Merger BUMN Pangan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 20 September 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 320 2474116 presiden-jokowi-teken-aturan-merger-bumn-pangan-x5q2GfeHYL.jpg Presiden Jokowi Teken Aturan Merger BUMN Pangan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Jokowi menandatangani tiga Peraturan Pemerintah (PP) ihwal merger sejumlah BUMN di klaster pangan. Penggabungan tersebut merupakan proses pembentukan Holding BUMN Pangan.

Adapun tiga PP tersebut yakni PP Nomor 97 Tahun 2021 tentang Penggabungan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bhanda Ghara Reksa ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Kemudian, PP Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penggabungan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertani ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sang Hyang Seri, dan PP Nomor 99 Tahun 2021 Tentang Penggabungan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Nusantara ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Indonesia.

Baca Juga: Sering Gonta-ganti Direksi BUMN, Erick Thohir: Itu Bukan Soal Suka Tidak Suka

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan sesuai PP Nomor 97 Tahun 2021, penggabungan PT Bhanda Ghara Reksa ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang bergerak di sektor perdagangan dan logistik didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas.

Selain itu, juga mendukung penetrasi bisnis jaringan distribusi dan perdagangan, hingga mendukung ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan.

Baca Juga: Masyarakat Bisa Pelototi Keuangan BUMN, Erick Thohir Lapor ke Jokowi

Sementara, PP Nomor 98 Tahun 2021, Penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri yang bergerak pada sektor Pertanian didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan penetrasi bisnis serta mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas dan mutu untuk benih dan bahan pangan.

Pada sektor Perikanan, PP Nomor 99 Tahun 2021, Penggabungan PT Perikanan Nusantara ke dalam PT Perikanan Indonesia didasarkan juga atas pertimbangan meningkatkan efisiensi, efektivitas dan penetrasi jaringan bisnis perikanan, serta mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas dan mutu perikanan.

“Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, Penggabungan dari 6 menjadi 3 BUMN Pangan ini merupakan tahap kedua yang harus dilakukan sebagai proses persyaratan pembentukan holding BUMN Pangan," ujar Arief, Senin (20/9/2021).

PP Penggabungan BUMN Pangan ini nantinya akan dilengkapi dengan persetujuan rancangan penggabungan dan RUPS perubahan Anggaran Dasar.

“Satu tahap lagi yaitu PP Holding BUMN Pangan sebagai fase terakhir rangkaian pembentukan holding BUMN Pangan yang kami harapkan kuartal IV 2021 ini juga rampung," katanya.

BUMN Klaster pangan merupakan gabungan dari 9 BUMN diantaranya PT RNI (Persero) sebagai induk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perikanan Indonesia (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Berdikari (Persero), PT Garam (Persero).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini