Peti Mati dari Kardus, Mampu Topang Berat hingga 100 Kg Dibanderol Rp326.500

Senin 20 September 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 455 2474086 peti-mati-dari-kardus-mampu-topang-berat-hingga-100-kg-dibanderol-rp326-500-TW9McTeA6Q.png Peti Mati dari Kardus. (Foto: Okezone.com/VOA)

JAKARTA - Sebuah produsen peti mati melakukan inovasi tidak biasa. Jika peti mati umumnya terbuat dari kayu namun Pabrik Dehiwala-Mount Lavinia membuat peti mati dari kardus. Inovasi tersebut dibuat sebagai tanggapan atas membludaknya permintaan peti mati di tengah pandemi Covid-19.

Peti mati kardus tak dibuat dari sembarang kardus, melainkan kardus kerajinan berkualitas tinggi yang bisa menopang beban hingga 100 kg.

Baca Juga: Peluang Bisnis Basreng, Ini 9 Kunci Suksesnya

"Kami gunakan kertas kerajinan berkualitas tinggi yang telah didaur ulang untuk bahan dasar kardus buat peti mati," ungkap Pengawas Produksi Peti Mati Kardus, Sasanka Senaratne, dilansir dari VOA, Senin (20/9/2021).

Solusi baru peti mati ini pun dinilai lebih ramah lingkungan. Pasalnya, peti mati kayu biasa perlu produksi dengan menebang banyak pohon.

Baca Juga: Berjiwa Entrepreneur, Milenial Bisa Manfaatkan Peluang di Tengah Pandemi

"Untuk membuat 400 peti mati, Anda harus menebang 250 hingga 300 pohon. Supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan, saya ajukan konsep peti mati kardus ke komite kesehatan dan dewan kota," lanjut dia.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Hindu dan Buddha, peti kardus juga lebih ramah untuk kremasi. Gas dan listrik yang dikeluarkan untuk kremasi menggunakan peti kardus ini tidak sebanyak kremasi peti kayu.

Selain ramah lingkungan, peti dari kardus ini dapat dirakit hanya dalam waktu 30 menit.

Peti ini juga lebih ramah harga untuk masyarakat kurang mampu di Sri Lanka. Pasalnya, harga yang dipatok perusahaan ini hanya Rs4.500, setara Rp326.500.

Meski awalnya hanya digunakan untuk korban Covid-19, Sahabandu mengatakan peti kardus semakin populer di kalangan masyarakat sadar lingkungan.

Menurut pengawas produksi, saat ini masalah hanya terdapat pada suplai yang kini sedang diatasi pabrik.

Sejak awal 2020, 350 peti mati kardus telah dikirim ke warga. Dewan Kota Dehiwala-Mount Lavinia pun kembali memesan 150 peti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini