Erick Thohir: Restrukturisasi Utang BUMN Bukan Hanya Memanjangkan Cicilan Bank

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 320 2474829 erick-thohir-restrukturisasi-utang-bumn-bukan-hanya-memanjangkan-cicilan-bank-rFAZ8y7NFL.jpg Menteri BUMN Erick Thohir pastikan utang BUMN Produktif (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan utang BUMN di sejumlah lembaga keuangan dan perbankan dioperasionalkan secara produktif.

Dia menyampaikan, restrukturisasi utang BUMN tidak sekadar memanjangkan cicilan bunga bank, namun ditransformasikan melalui refocusing ke program atau proyek yang mendatangkan profit bagi perusahaan.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut BSI Masuk 10 Besar Bank Terbesar di Indonesia

"Kita ingin menyampaikan restrukturisasi yang ada di BUMN, tentu kita bisa membuktikan bahwa utang BUMN yang direstrukturisasi ini menjadi produktif. Jadi ini tidak hanya sekadar restrukturisasi memanjangkan daripada cicilan bank bunga, tetapi ini tetap ditransformasi," ujar Erick, Selasa (21/9/2021).

Dua contoh perseroan negara, kata dia, yang berhasil direstrukturisasi utangnya adalah Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, atau KRAS.

Baca Juga: 5 BUMN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S2, Cek di Sini

Kementerian BUMN sebagai pemegang saham memang sudah memfasilitasi restrukturisasi utang PTPN III senilai Rp41 triliun dengan 50 kreditur baik dalam dan luar.

Dimana, skema yang dilalui berupa kesepakatan intercreditor atau Intercreditor Agreement (ICA) dengan seluruh anggota kreditur sindikasi USD serta SMBC Singapore sebagai agen.

Utang jumbo Rp41 triliun itu diketahui berasal dari perbankan dan sindikasi pinjaman lain senilai 390 juta dolar AS yang berasal dari kreditur luar negeri sebanyak 18 bank, dengan rincian tiga bank onshore dan 15 bank offshore.

Seperti janji pemegang saham, hasil dari upaya perbaikan perkreditan itu akhirnya membuahkan hasil. Tercatat, hingga Agustus 2021 PTPN III mencatatkan untung sebesar Rp2,3 triliun dengan tingkat penjualan meningkat 37%. Padahal, tahun ini diproyeksikan perseroan mengalami rugi sebesar Rp1,4 triliun.

"Alhamdulillah, PTPN penjualannya meningkat 37%, yang tadinya tahun ini target rugi itu Rp1,4 triliun, Agustus kemarin Bapak, saya cek dan saya pastikan untungnya sudah Rp2,3 triliun," tuturnya.

Sikap percaya diri Erick Thohir juga dibarengi oleh refocusing anggaran PTPN III untuk beberapa program yang dinilai unggul, misalnya, budidaya kelapa sawit hingga meningkatkan produksi gula konsumsi.

Untuk KRAS, emiten pelat merah ini tengah memasuki tahap ketiga dari restrukturisasi. Sebelumnya, perusahaan sudah melewati proses tahap satu dan dua.

Utang KRAS yang harus direstrukturisasi mencapai 2,2 miliar dolar AS atau setara Rp31 triliun (Kurs: Rp4.400 per dolar AS). Sejak Desember 2019 lalu, perkiraan utang bisa dilunasi 10 tahun mendatang. Dalam proses ini, 10 Bank memberikan restrukturisasi kreditnya.

Erick menyebut, terdapat perbaikan kinerja keuangan KRAS usai restrukturisasi utang tahap satu dan dua. Setidaknya, hingga kuartal II-2021 perusahaan membukukan untung sebesar Rp800 miliar. Padahal, perusahaan terus mencatat kerugian selama 8 tahun terakhir.

"Jadi, tentu para bank yang tadinya melakukan restrukturisasi itu bahwa confidence, bahwa restrukturisasi ini benar berjalan, terjadi efisiensi perubahan manajemen dan refocusing daripada kekuatannya," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini