Anak Usaha Nusantara Pelabuhan (PORT) Raih Pinjaman Rp341 Miliar

Rabu 22 September 2021 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 278 2475160 anak-usaha-nusantara-pelabuhan-port-raih-pinjaman-rp341-miliar-lzPEPJIUkj.jpg Nusantara Pelabuhan Raih Pinjaman. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) melalui anak usahanya, PT PBM Adipurusa (PBMA) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan Bank Mandiri senilai Rp341 miliar. Pinjaman tersebut untuk pelunasan utang.

Penandatangan fasiltias pinjaman anak usaha perseroan tersebut telah dilaksanakan pada 17 September 2021. Dana yang diperoleh dari fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk melakukan pelunasan lebih awal atas seluruh saldo pinjaman terutang perseroan.

Baca Juga: Laba Nusantara Pelabuhan Handal Anjlok 89% Jadi Rp1,32 Miliar

“Fasilitas pinjaman ini akan dibayarkan setiap bulan dan memiliki tenor 5 tahun setelah pencairan fasilitas pinjaman,” kata Corporate Secretary Nusantara Pelabuhan Handal Erwina Yusritasari, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (22/9/2021).

Fasilitas pinjaman sebesar Rp341 miliar tersebut dijamin dengan aset alat pelabuhan yang dimiliki PBMA dan corporate guarantee dari perseroan sebesar kepemilikan sahamnya di PBMA. Perlu diketahui, PBMA merupakan perseroan terbatas yang 83,34% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Nusantara Pelabuhan Handal.

Baca Juga: BEBS, Emiten Yusuf Mansur Incar Pendapatan Rp375 Miliar

Di sisi lain, Nusantara Pelabuhan tahun 2020 mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 59,33 miliar. Perolehan ini disebabkan oleh kerugian bersifat one-off, terutama dari pendapatan dan proyek penjualan alat pelabuhan yang rugi akibat sifatnya cyclical, sehingga bukan bisnis yang berulang untuk tahun-tahun berikutnya.

Adapun faktor yang mempengaruhi kerugian tersebut adalah adanya cost overrun yang juga disebabkan oleh pandemi.

Tahun ini, perseroan memperkirakan untuk segemen operator terminal internasional akan mengalami sedikit penurunan yang disebabkan oleh kongesti pelabuhan di sekitar Asia, sehingga mempengaruhi jadwal kapal yang dilayani. Sementara untuk terminal domestik, diharapkan akan ada pertumbuhan pada tahun 2021, sebab barang yang dimuat terminal domestik berbeda dengan terminal internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini