'Obat Kuat' IHSG Bisa Bangkit dari Keterpurukan

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 278 2475321 obat-kuat-ihsg-bisa-bangkit-dari-keterpurukan-P8MEFoev3Q.jpg Indeks Harga Saham Gabungan menguat hari ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 47,5 poin atau 0,78% di level 6.108,2. Meski dibuka melemah, IHSG mampu membuktikan penguatannya hingga mampu menembus level tertingginya di 6.123,7.

Sore ini ada 279 emiten yang menguat. Disusul 221 melemah dan 155 stagnan dengan transaksi mencapai Rp13,9 triliun dari 22,4 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 0,78% ke 6.108, Nyaman di Zona Hijau

Adapun investor asing terpantau melakukan pembelian bersih sebanyak Rp462,70 miliar di pasar reguler, dan Rp33,06 miliar di market negosiasi-tunai. Sehingga akumulasi asing adalah net-buy sebesar Rp495,76 miliar.

Investment Specialist PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Ajie Dewandaru mengatakan bahwa penguatan indeks hari ini sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri.

Kendati ada sentimen itu krisis keuangan Evergrande, Ajie meyakini dampaknya tidak terlalu besar dan cenderung terjaga bagi IHSG.

Baca Juga: IHSG Sesi I Ditutup Menguat ke 6.106

"Kalau kita perhatikan pergerakan IHSG hari ini lebih banyak terpengaruh dari kondisi makro ekonomi, baik secara global maupun nasional. Penurunan kemarin itu memang dipengarui isu Evergrande, meskipun sebenarnya tidak ada dampak secara langsung terhadap kondisi ekonomi kita," kata Ajie dalam 2nd Session Closing, Rabu (22/9/2021).

Ajie menyoroti agenda rapat komite Federal Reserve justru sebagai sentimen utama bagi pergerakan investor asing di indeks.

"Yang perlu dikhawatirkan justru dari The Fed yang berencana melakukan tapering. Karena kalau kita lihat ini jadi katalis terutama bagi investor asing dalam mengambil keputusan berinvestasi bagi IHSG kita," tuturnya.

Dirinya optimis Indonesia bakal siap mengantisipasi dampak tapering cepat ataupun lambat kebijakan itu nantinya diterapkan.

"Hari ini investor asing banyak melakukan net buy terutama saham perbankan dan bigcaps lainnya, setelah kita lihat, IHSG kita harusnya berada dalam kondisi yang cukup menarik untuk diperdagangkan," tegasnya.

Seperti diketahui, penutupan hari ini membawa indeks mulai berangsur pulih. Itu terbukti dari kinerja sepekan yang terkoreksi relatif tipis sebesar -0,03% dan sebulan mencapai -0,08%, dengan perhitungan year to date yang cemerlang 2,16%.

Beberapa indeks di kawasan Asia juga terpantau bergerak variatif seperti: N225 (-0,67%) di 29.639, HSI stagnan di 24.221, SSEC (0,40%) di 3.628, dan STI (-0,49%) di 3.048.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini