Bocoran Erick Thohir soal IPO Anak Usaha Krakatau Steel (KRAS)

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 278 2475437 bocoran-erick-thohir-soal-ipo-anak-usaha-krakatau-steel-kras-ZTWHNPyJ3B.jpg IPO anak usaha KRAS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS dipastikan akan initial public offering (IPO) di BEI. Pencatatan saham tersebut akan dilakukan oleh anak usaha di sektor kawasan industri.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini konsolidasi dan restrukturisasi tengah dilakukan KRAS. Erick menyebut, proses tersebut untuk memastikan struktur keuangan perusahaan membaik sebelum anak usahanya melakukan IPO.

Baca Juga: Mengejutkan! Dirut Krakatau Steel Sebut Baja Impor Kadang Tak Sesuai SNI

"Konsolidasi di anak perusahaan bagaimana kawasan daripada industri kawasan Krakatau Steel itu bisa sehat dan bisa di go publik kan," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (22/9/2021).

Pemegang saham mencatat tahap restrukturisasi utang KRAS memasuki tahap ketiga. Sebelumnya, emiten pelat merah ini sudah melewati proses restrukturisasi tahap satu dan dua.

Baca Juga: Potret Presiden Jokowi Jadi 'Sopir' Menko Luhut hingga Erick Thohir

Erick menyebut, terdapat perbaikan kinerja keuangan KRAS usai restrukturisasi utang tahap satu dan dua. Setidaknya, hingga kuartal II-2021 perusahaan membukukan untung sebesar Rp 800 miliar.

"Sesuai restrukturisasi, mereka harus melakukan tiga tahapan Bapak (Presiden). Dan tentu, tahapan ini sudah berhasil satu dan dua. Dan kalau kita lihat sekarang performance-nya yang selama ini Krakatau Steel itu rugi 8 tahun terakhir terakhir, ini sudah untung Rp 800 miliar," katanya.

Utang KRAS yang harus direstrukturisasi mencapai USD2,2 miliar atau setara Rp31 triliun (Kurs: Rp 4.400 per dolar AS). Sejak Desember 2019 lalu, perkiraan utang bisa dilunasi 10 tahun mendatang.

Dalam proses itu, 10 Bank ikut terlibat diantaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), hingga PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah sepakat untuk melakukan relaksasi pembayaran utang dalam perjanjian induk restrukturisasi.

Kemudian, PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank OCBC NISP Tbk mengawali perjanjian aksesi terhadap perjanjian restrukturisasi. Kemudian, pada 12 Januari 2020 dua bank swasta lainnya yakni Standard Chartered Bank Indonesia dan PT CIMB Niaga Tbk turut tunduk dalam perjanjian induk yang sama.

Erick tetap mengingatkan agar manajemen tidak berpuas diri. Saat ini emiten dituntut terus membenahi diri agar mampu memberikan kontribusi terhadap negara sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini