Terkuak Praktek Kecurangan yang Bikin RI Dibanjiri Baja Impor

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 05:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 320 2475332 terkuak-praktek-kecurangan-yang-bikin-ri-dibanjiri-baja-impor-gV7WQu5Qnb.jpg Praktek Kecurangan yang Bikin RI Dibanjiri Baja Impor (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim mengungkapkan masih ada baja impor yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini akan berdampak pada industri dalam negeri dan penerimaan negara dari sektor pajak menurun.

"Alasan impor pasti bisa dicari dengan segala macam cara. Dan yang kita minta adalah bersaing secara adil karena yang diimpor kadang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)," ujar Silmy dalam Market Review IDX Channel, Rabu (22/9/2021).

Silmy juga mengungkapkan bahwa cara curang seperti melakukan pengalihan HS Code, penanda produk untuk dikenakan bea masuk, masih dilakukan. Selain itu, negara memberikan subsidi untuk baja impor sehingga harganya bisa lebih murah. Namun, subsidi serupa justru tak diberikan kepada industri dalam negeri sehingga ia merasa ini tidak adil.

"Kalau harga yang lebih murah pasti standarnya dikurangi. Ini yang tidak boleh masuk. Apalagi sampai menipu HS Code. Ini yang lagi saya usulkan ke pemerintah dikenakan bea masuk anti dumping. Kita harus membangun produk-produk Indonesia agar bisa ekspor ke luar negeri," katanya.

 

Baca selengkapnya: Mengejutkan! Dirut Krakatau Steel Sebut Baja Impor Kadang Tak Sesuai SNI

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini