Diskon PPnBM 100% hingga Akhir Tahun, Pedagang Mobil Bekas Gigit Jari

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 455 2475358 diskon-ppnbm-100-hingga-akhir-tahun-pedagang-mobil-bekas-gigit-jari-x3RKQEhPro.png Pedagang Mobil Bekas (Foto: Iqbal/MPI)

JAKARTA - Perpanjangan diskon PPnBM 100% untuk mobil baru hingga akhir tahun 2021 berdampak pada bisnis mobil bekas.

Salah satu pedagang mobil bekas Kris (43) mengakui, kebijakan PPnBM 100% yang diperpanjang akan mempengaruhi penjualan mobil bekas di tempatnya berjualan.

Kris menjelaskan harga mobil baru dengan tawaran diskon PPnBM setara dengan mobil bekas yang dijualnya saat ini.

"Kalau untuk pengaruh di penjualan mobil bekas yang pasti sangat berpengaruh, karena pasti harga barunya murah, pasti second-nya pun pasti lebih murah, kalau kita pemilik modal lama, berarti kita enggak bisa jual," ujar Kris kepada MNC Portal Indonesia di Bursa Mobil MGK, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Kris menjelaskan, seperti yang terjadi pada mobil Toyota Vios yang memiliki price list Rp340 juta, saat mendapat potongan PPnBM harga menjadi Rp265 juta pada 2021.

"Kalau saya punya yang 2020 atau 2019 dengan modal waktu itu saya beli Rp270 ya udah enggak mungkin jual kan saya, orang pasti milih beli baru dong," kata Kris.

Kris mengatakan, hal yang bisa dilakukan untuk saat ini kemungkinan untuk menahan penjualan. Namun hal itu juga menurutnya bukan solusi tepat, pasalnya relaksasi PPnBM sendiri akan berlangsung hingga akhir tahun.

"Kalau saya pribadi, kalau mau ditahan pun, mau ditahan sampai kapan misal 6 bulan, saya rasa tidak mungkin, saya mungkin lebih baik jual rugi aja," katanya.

Dari hal tersebut, Kris mengindikasikan penjualannya akan menurun bekisar 20% untuk tipe penjualan mobil yang terkena potongan PPnBM. "Kalau kita berbicara penjualan, bisa rugi 20% kalau mobil yang mendapat PPnBM-nya besar," kata Kris.

Namun Kris memaknai hal tersebut sebagai risiko bisnis yang akan dilewatinya bersama timnya dengan strategi-strategi baru. Misalnya seperti saat ini masyarakat banyak yang mencari mobil di level Rp100 jutaan, maka Kris akan bermain di pasar itu.

"Tapi itulah menurut saya risiko dagang, tapi selama itu bisa mendorong perekonomian ya sudah lah, namanya bisnis kan menurut saya risikonya, tinggal pintar-pintar saja pilih unit," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini