Menko Airlangga ke UMKM: KUR Tanpa Agunan, Bunga 3%

Antara, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 320 2475964 menko-airlangga-ke-umkm-kur-tanpa-agunan-bunga-3-yNbxc7ETXa.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi pelaku UMKM (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pelaku usaha memanfaatkan kredit murah dari pemerintah. Diharapkan para pengusaha segera pulih pasca-terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Hari ini saya meninjau usaha kecil dan menengah yang ada di Solo. Kami mampir saja, ada kegiatan yang dilakukan masyarakat," kata Menko Airlangga di sela kunjungan di Kampung Jayengan di Kecamatan Serengan, Solo, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: OJK: 5,3 Juta UMKM Restrukturisasi Kredit, Nilainya Rp332 Triliun

Menko Airlangga mengatakan dari beberapa testimoni yang didengarnya dari para pelaku usaha di kampung tersebut, sebagian besar mengalami penurunan omzet hingga 50%. Dia mengatakan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Solo, tetapi juga daerah lain. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi akibat pandemi COVID-19 yang mulai terjadi sejak tahun 2019.

Baca Juga: Bank Mandiri Proyeksi Pertumbuhan Kredit Capai 4% pada 2021

"Sekarang dengan situasi lebih terkendali, mudah-mudahan usaha mereka bisa bangkit kembali. Pemerintah kan sudah punya KUR (Kredit Usaha Rakyat), supermikro," kata Menko Airlangga.

Dia mengatakan untuk KUR sendiri pinjamannya bisa mencapai Rp500 juta. Sedangkan bagi pelaku usaha yang mengajukan pinjaman di bawah Rp100 juta berhak atas bunga rendah.

"Tanpa agunan, bunga tiga% dan sisanya ditanggung pemerintah," ujar Menko Airlangga.

Dalam kesempatan itu, hadir 6 perwakilan Komunitas UMKM usAHA. Koordinator UMKM usAHA Kota Solo, Yuhan Perdana mengatakan di Kota Solo sudah ada 255 pelaku UMKM yang bergabung. Untuk wilayah Jateng dan DIY ada 2080 UMKM, dan jumlah seluruhnya secara nasional ada 11.325 UMKM yang tersebar di 28 Kabupaten/Kota di Pulau Jawa.

"Sebenarnya yang mau hadir banyak, tapi karena situasi belum normal ya kami batasi," ujar Yuhan Perdana

Yuhan menerangkan, jumlah anggota komunitas tersebut adalah UMKM yang sudah mengikuti program pelatihan WirausAHA Maju. " Jadi kami ajak dulu bergabung ikut program pelatihan dulu, lalu kami bentuk komunitasnya," ujar Yuhan. Kedepan Yuhan berharap, peserta program bisa terus bertambah sehingga komunitasnya bisa semakin besar.

"Karena kami pedagang-pedagang kecil ini kalau Ora Obah Ora Mamah pak, tidak gerak ya tidak makan. Jadi pandemi ini memang berdampak pada usaha kami, tapi kami tidak diam tetap bergerak dan saling bantu walau harus adaptasi dengan pembatasan-pembatasan," tambah Yuhan.

Meski banyak program pemerintah untuk pemberdayaan UMKM, Yuhan merasa gerakan yang berasal dari masyarakat juga diperlukan. Ia juga menyampaikan terima kasih pada Airlangga yang telah bersedia menjadi pembina dari UMKM usAHA.

Kepada Airlangga selaku Menko Perekonomian, Yuhan mewakili komunitas UMKM usAHa juga berterima kasih pada pemerintah yang telah membuat program-program untuk mendukung UMKM. Ia berharap komunitasnya bisa diberi informasi dan dibimbing agar lebih banyak UMKM yang dapat mengakses berbagai program tersebut.

"Karena ada yang baru dengar-dengar saja tapi tidak tahu cara dan syarat untuk mendapatkannya," kata Yuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini