Realisasi KUR Tembus Rp183,7 Triliun per 20 September

Antara, Jurnalis · Jum'at 24 September 2021 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 320 2476537 realisasi-kur-tembus-rp183-7-triliun-per-20-september-1gO6rdumoL.jpg Kredit UMKM meningkat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga 20 September 2021 telah mencapai Rp183,78 triliun atau 64,48% dari target Rp285 triliun. Realisasi KUR ini disalurkan kepada 4,90 juta debitur sehingga total outstanding KUR sejak Agustus 2015 adalah sebesar Rp322 triliun dengan non performing loan sebesar 1,14%.

“Penyaluran KUR diharapkan dapat berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan dilansir dari Antara, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga:  Menko Airlangga ke UMKM: KUR Tanpa Agunan, Bunga 3%

Airlangga menyebutkan pencapaian realisasi KUR pada masa pandemi COVID-19 di 2020 tercatat sebesar Rp198,53 triliun atau lebih baik dibanding masa pra pandemi pada 2019 yakni sebesar Rp140,1 triliun.

Dia menjelaskan pemerintah terus berupaya mendukung UMKM agar bisa bangkit di tengah krisis pandemi termasuk dengan mengeluarkan relaksasi kebijakan KUR seperti peningkatan KUR tanpa agunan tambahan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

Baca Juga: OJK: 5,3 Juta UMKM Restrukturisasi Kredit, Nilainya Rp332 Triliun

Kemudian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6% pada 2020 dan 3% pada 2021, penundaan pembayaran angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit KUR serta relaksasi persyaratan administrasi.

“Bahkan pada 2021 target penyaluran KUR telah ditingkatkan menjadi Rp285 triliun,” ujarnya.

Salah satu wujud perhatian pemerintah terhadap UMKM turut tercermin melalui kunjungan Airlangga ke Omah Aneka Satwa dan Seni (OASSE) di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

OASSE yang merupakan hasil upaya dari 45 KK ini mengubah bangunan bekas menjadi wahana wisata edukasi budaya seperti pembuatan gerabah, panahan, dan melukis.

Produk yang dipamerkan oleh 12 pelaku usaha di OASSE antara lain produk batik, kerajinan tangan untuk pajangan, makanan ringan, minuman, jam tangan kayu, dan lain-lain.

Airlangga mengapresiasi kemajuan pengusaha UMKM tersebut karena menunjukkan kemandirian ekonomi dari masyarakat Desa Sidowayah.

Terlebih lagi, terdapat seorang wanita pengusaha batik yang berani mengambil KUR dengan plafon Rp200 juta dengan tenor lima tahun.

Realisasi KUR di Jawa Tengah sendiri sejak Januari sampai 20 September 2021 telah mencapai Rp32,97 triliun dan disalurkan kepada 952.096 debitur.

Porsi penyaluran KUR di Provinsi Jawa Tengah selama 2021 per sektor terbesar disalurkan pada sektor perdagangan 49,74% sedangkan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan 24,29% serta jasa-jasa 12,93%.

Untuk realisasi KUR di Kabupaten Klaten sejak Januari sampai 22 September 2021 telah mencapai Rp1,3 triliun dan disalurkan kepada 36.161 debitur.

Porsi penyaluran KUR di Kabupaten Klaten selama 2021 per sektor terbesar disalurkan kepada perdagangan 52,99%, industri pengolahan 17,55%, jasa-jasa 14,87% serta sektor pertanian, perburuan dan kehutanan 13,35%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini