Harga Telur Anjlok Bikin Peternak Gulung Tikar, Cek 5 Faktanya

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 04:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 320 2476547 harga-telur-anjlok-bikin-peternak-gulung-tikar-cek-5-faktanya-fBk2n4Q70c.jpg Harga telur anjlok (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Harga telur ayam anjlok dalam sebulan terakhir. Di tingkat peternak, harga telur berkisar Rp14.000- Rp14.500 per kilogram.

Peternak ayam pun mengeluhkan turun drastisnya harga telur ayam. Pasalnya, peternak mengalami rugi besar dan terancam gulung tikar.

Berikut fakta menarik anjloknya harga telur ayam seperti dirangkum Okezone, Sabtu (25/9/2021).

Baca Juga: Harga Anjlok, BUMN Klaster Serap Telur dari Peternak

1. Harga Telur Turun Imbas Ketidakseimbangan

Pakar Peternakan IPB, Profesor Niken Ulupi menyebut, telah terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand telur ayam.

"Apabila ini tidak segera diatasi, maka ke depannya masyarakat akan mengalami krisis pangan. Khususnya, telur ayam sebagai pangan bergizi tinggi sumber protein hewani," ujar Niken, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Putar Otak agar Tak Bangkrut

2. Perbedaan Harga Telur Sangat Jauh

Di beberapa daerah Indonesia, seperti Blitar, harga telur hanya mencapai Rp13.000 per kilogram.

Harga ini sangat jauh dibandingkan dengan harga telur di Bogor atau Jakarta yang masih berada pada kisaran Rp22.000 per kilogram.

3. Dikontribusi Closed House Ayam Petelur Komersil

Menurut Niken, tak seimbangnya supply dan demand telur ayam juga dipengaruhi oleh adanya closed house ayam petelur komersil.

Tak cuma itu, peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga mempengaruhi turunnya harga telur ayam.

4. Peternak Perlu Konsentrasi Pada Pangsa Pasar

Solusinya, Niken menyarankan pelaku usaha di bidang produksi ayam petelur komersial tidak hanya memahami teknik budidaya.

Peternak juga dituntut lebih berkonsentrasi dan memastikan pangsa pasar yang menjadi tujuan usahanya sebelum memulai usaha tersebut.

"Memulai usaha peternakan ayam petelur komersial dengan pola kemitraan bisa menjadi solusi, karena dengan pola tersebut keseimbangan supply dan demand bisa lebih didekati," tambah Niken.

5. Harga Jagung Juga Berpengaruh

Menurunkan dan menstabilkan harga jagung yang merupakan komponen terbesar pakan ayam juga bisa mempengaruhi harga telur. Upaya ini dapat membantu para peternak mandiri.

“Dengan demikian, sangat diperlukan peran aktif pemerintah dalam menjaga kestabilan harga jagung dan ketersediaan pasokan jagung yang dibutuhkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini