Jangan Boros! Gaji Besar tapi Biaya Hidup di Negara Ini Sangat Tinggi

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Jum'at 24 September 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 622 2476202 jangan-boros-gaji-besar-tapi-biaya-hidup-di-negara-ini-sangat-tinggi-cKUkPcmPiW.jpg Pekerja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Upah minimum yang tinggi kerap jadi pilihan untuk memilih penempatan kerja. Namun, ada hal penting yang masih perlu diperhatikan. Pasalnya, banyak negara dengan upah minimum yang cukup tinggi. Namun, biaya hidupnya pun sama tingginya.

Seperti dilansir Instagram Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Jumat (24/9/2021). Mencontohkan tiga negara Asia Tenggara yang upah minimumnya besar dan biaya hidupnya tinggi bagi pekerja migran Indonesia (PMI).

1. Singapura

Menurut BP2MI, biaya hidup di Singapura sangat tinggi meski gaji rata-rata karyawannya SGD4.866,90 (setara Rp50 jutaan).

Baca Juga: Gaji Dipakai untuk Self Reward? Penuhi 3 Syarat Ini Dulu

"Kalau di Indonesia air mineral dalam kemasan 330ml bisa kamu beli dengan harga Rp3.000-an, di Singapura mencapai Rp14.000-an," jelas.

2. Brunei Darussalam

Di negara ini, biaya hidupnya masih tinggi. Namun, lebih rendah daripada biaya hidup di Singapura. Gaji minimum yang diterima pekerja di Brunei 2.085,12 (Rp21,6 juta) per bulan.

Baca Juga: Kerja di Perusahaan Orang Terkaya di Dunia, Dibayar Rp256 Ribu/Jam

Harga beras paling murah di Brunei dipatok 1,74 atau Rp17.000, sementara di Indonesia hanya berkisar Rp12.000.

3. Malaysia

Negara tetangga, Malaysia, pun biaya hidupnya masih lebih tinggi meski tak jauh dari biaya di Indonesia. Gaji minimalnya setara Rp12 jutaan.

"Biaya hidup di Malaysia masih mirip dengan Indonesia, namun lebih mahal," tutup BP2MI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini