Pinjol Legal Bantu Kembangkan UMKM, yang Ilegal Bikin Menderita

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 27 September 2021 05:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 320 2477014 pinjol-legal-bantu-kembangkan-umkm-yang-ilegal-bikin-menderita-scNxtyajR5.jpg Manfaat Pinjol Legal terhadap Perkembagan UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai dampak positif hadirnya pinjaman online kepada UMKM. Tercatat angka penyaluran pinjaman online legal mencapai Rp236,4 triliun dengan jumlah outstanding saat ini Rp24,2 triliun.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menyatakan, angka tersebut menunjukkan kehadiran pinjol legal turut membantu menjembatani kebutuhan dana masyarakat yang tidak bisa dilayani oleh sektor keuangan formal. Khususnya untuk pelaku UMKM.

Baca Juga: Tegas! OJK Blokir dan Pidana Lebih dari 3.000 Pinjol Ilegal

"Pinjol legal membantu masyarakat khususnya pengembangan UMKM. Sedangkan pinjol ilegal akan membuat masyarakat menderita. Karena itu harus kita berantas. Kebutuhan masyarakat untuk pinjaman telah dimanfaatkan oleh pinjol ilegal. Memang cepat prosesnya tapi ada jebakan bunga tinggi, manipulasi, hingga teror,” kata Tongam dalam Special Dialogue Okezone di Jakarta, Senin (27/9/2021). 

Tongam mengatakan, berbagai kasus penipuan yang dilakukan pinjol ilegal mengakibatkan persepsi buruk terhadap pinjol secara keseluruhan. Sehingga, masyarakat cenderung menganggap semua pinjol berbahaya.

Baca Juga: Memberantas Pinjol Ilegal, Rentenir Berkedok Digital yang Bikin Resah

“Itulah pentingnya kita menyampaikan berbagai edukasi bahwa kita harus memilah antara pinjol yang legal dan mana pinjol yang ilegal,” imbuhnya.

Hingga Juli 2021, SWI telah memblokir dan menghentikan sebanyak 3.365 entitas pinjol ilegal. Selain itu, SWI juga mengumumkan temuan ini kepada masyarakat agar lebih waspada.

Terutama dalam memperoleh akses pembiayaan yang cepat, mudah dan terjangkau, serta aman dari tipuan para pelaku pinjaman online atau pinjol ilegal.

Pelaku UMKM sangat disarankan lebih baik menggunakan jasa pinjaman online yang terdaftar resmi dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan, seperti fintech yang terdaftar dan berizin di OJK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini