BUMN Jangan Cuma Kalahkan Perusahaan Daerah atau Nasional

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 320 2477018 bumn-jangan-cuma-kalahkan-perusahaan-daerah-atau-nasional-uEGwJxOS3T.png Hipmi Ingin Kementerian BUMN Siapkan Batching Plant dengan Negara Asing. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) ingin BUMN mampu bersaing bahkan bisa mengalahkan perusahaan dari luar negeri. Karena itu, Hipmi mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat batching plant dengan negara asing.

Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming mengatakan, seharusnya Indonesia bisa seperti Singapura yang membangun Temasek dengan negara bersaing, dalam hal ini di Tanah Air.

Baca Juga: Erick Thohir 'Direshuffle' Anak Muda Berusia 23 Tahun

“Mestinya BUMN bangun batching plant-nya di Thailand, Filipina, Singapura bersaingnya dengan asing, jangan bersaing dengan anak daerah dan pengusaha nasional. Tidak ada kebanggaan bagi kita kalau BUMN yang dikalahkan adalah pengusaha daerah ataupun pengusaha nasional, yang menjadi kebanggan kita kalau mereka bisa mengalahkan pengusaha asing dan bersaing di negara-negara orang," ujar dia dalam keterangan resminya, Minggu (26/9/2021).

Pada masa pandemi sekarang ini, menurutnya, bukan waktunya lagi bersaing dengan sesama saudara di Indonesia, melainkan dengan para investor asing yang saat ini banyak masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Film Kadet 1947, Erick Thohir: Nasionalisme Musti Dibangun

Maka melalui Menteri Investasi, Maming menyampaikan bahwa dulu waktu dia menjadi bupati, setiap kebijakan yang diputuskan, tidak pernah dirinya memberikan izin kepada pihak asing usaha yang sempurna.

Adapun usaha yang sempurna yang dimaksud, kata dia, misalnya seperti tambang. Jika tambang yang mempunyai izin usaha pertambangan (IUP), izin jalan, dan izin pelabuhan, pengusaha nasional atau lokal bertanding dengan pengusaha asing.

"Pasti kita tidak bisa melawan karena mereka sumber daya manusia (SDM) nya lebih siap, pendanaannya lebih siap dan kita baru tahu kalau kita paksa mereka untuk bersanding melalui kebijakan pemerintah, boleh mereka mempunyai IUP-nya tapi jalan dan pelabuhan mereka harus memakai kita. Boleh mereka mempunyai pelabuhannya tapi jalan dan IUP-nya harus punya kita, sehingga intervensi pemerintah untuk menyandingkan antara pengusaha asing maupun pengusaha nasional dan daerah itu bisa bersatu, sehingga terjadilah kesejahteraan yang merata antara pengusaha nasional dan daerah. Ini juga yang kita sampaikan kepada Menteri Investasi," ucapnya.

Maming berharap, semoga salah satu perizinan yang mau dikeluarkan oleh Menteri Investasi bisa menggandeng pengusaha-pengusaha nasional maupun pengusaha-pengusaha daerah.

"Saya harap panggung ini harus diambil oleh pengusaha muda atau Hipmi ataupun senior kita di Kadin, jangan diberikan asing seluas-luasnya untuk bekerja di daerah kita mulai dari hilir sampai hulunya. Bukan kita tidak cinta asing, kita juga cinta asing tapi pekerjaannya yang bisa dikerjakan anak daerah serahkanlah kepada anak daerah," ungkapnya.

Sementara itu, Maming juga mendorong Menteri Investasi mengeluarkan peraturan menteri (permen) dimana pengurus HIPMI Badan Pengurus Cabang (BPC) maupun BPD menjadi tim penilai investasi di setiap daerah dengan nilai 15 poin. Apabila nilai tersebut tidak diberikan oleh Ketua BPC dan Ketua BPD, maka kepala daerahnya tidak mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp20 hingga Rp25 miliar.

"Ini dapat ilmunya karena dulu pernah menjadi bupati dan sekarang menjadi Ketua Umum HIPMI kita dorong Menteri Investasi yang juga mantan Ketua Umum HIPMI. Saya tahu perasaan kawan-kawan yang ada di daerah kebanyakan adalah kontraktor, dulu bagaimana sulitnya mencari kepala daerah dan kepala dinas tapi sekarang apabila kawan-kawan atau para Ketua Umum BPC memberikan nilai di bawah dari 10, maka dana DAK dan DAU tidak akan didapatkan oleh pemerintah daerah itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini