Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp4,1 Triliun, PMN KAI Ditahan?

Antara, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 320 2477038 biaya-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp4-1-triliun-pmn-kai-ditahan-jIgolUEkRD.jpg Biaya Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA -DPR meminta adanya audit investigasi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, terkait dengan adanya laporan pembengkakan biaya konstruksi (cost overrun) sebesar Rp4,1 triliun.

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan bahwa hingga saat ini belum dilakukan pendalaman terkait penyebab pembengkakan biaya proyek kereta cepat tersebut.

Untuk itu, ujar dia, perlu agar proyek tersebut segera diaudit oleh BPK RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sehingga usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan diberikan memiliki landasan hukum yang kuat.

Baca Juga: Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah 78,86%, Beroperasinya Kapan?

"Kami belum memutuskan untuk memberikan Penyertaan Modal Negara melalui PT Kereta Api. Syarat utama adalah adanya hasil pemeriksaan BPK dan BPKP," katanya, dikutip dari Antara, Minggu (26/9/2021).

Dengan syarat utama tersebut, lanjutnya, maka ke depannya juga agar dapat clear and clean serta memenuhi unsur Good Corporate Governance.

Namun, Herman menilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung perlu tetap dilanjutkan meski target pembangunannya harus mundur.

Baca Juga: KAI Gantikan WIKA Pimpin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Untuk itu, ia mengutarakan harapannya agar proyek kereta cepat yang diproyeksikan dapat beroperasi pada 2023 itu ke depannya tidak membebani keuangan negara secara berkelanjutan.

"Yang penting adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini harus betul-betul memiliki nilai manfaat bagi masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan proses pengerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 73 persen dan moda transportasi mutakhir itu akan menjalani uji coba pada akhir 2022.

Jokowi mengharapkan proyek strategis itu dapat terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti kereta cepat ringan (Light Rapid Train/LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT) di DKI Jakarta agar menciptakan efisiensi waktu dan jarak tempuh untuk meningkatkan daya saing kegiatan ekonomi.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga diharapkan Presiden Jokowi untuk menyertakan transfer teknologi ke tenaga kerja domestik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini