Kreasi Unik Bambu Batik Khas Sangihe, Terkenal di Belanda hingga China

Subhan Sabu, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 455 2477076 kreasi-unik-bambu-batik-khas-sangihe-terkenal-di-belanda-hingga-china-4fabhv2XbJ.jpg Kerajinan dari Bambu Batik Sangihe. (Foto: Okezone.com/Subhan)

MANADO - Bambu batik khas Sangihe memiliki motif dan corak unik. Kerajinan dari bambu batik ini pun telah dikenal di Belanda hingga China.

Paling umum ditemui kerajinan bambu batik dijadikan furnitur seperti meja dan kursi.Namun, tidak hanya di Sangihe, di Manado juga ternyata ada pengrajin dari bambu batik, yang berlokasi di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera itu di kelola secara turun temurun oleh Bertha Mansauda.

"Pembuatan kerajinan bambu batik ini awalnya terinpirasi dari orangtua. Dulunya orangtua pembuat alat musik bambu. Namun untuk musik bambu saat ini agak terkikis. Agar supaya ini bisa dikenal lagi saya membuat kerajinan dari bambu batik berupa miniatur alat musik bambu supaya generasi berikut bisa melihat bahwa alat musik bambu ternyata seperti ini," tutur Bertha, Minggu (26/9/2021).

Baca Juga: Kisah Wanita Sempat Makan Bekas Kucing Kini Jadi Miliarder

Dari awalanya hanya membuat miniatur alat musik bambu seperti terompet, Bertha terinspirasi untuk membuat berbagai model kerajinan lain, seperti bunga, kap lampu, teko, gelas, tempat lilin, meja, kursi, gantungan kunci, miniatur hewan, tas, jam tangan, miniatur rumah, hingga miniatur kapal laut.

Kualitas bambu batik sendiri menurut Bertha lebih bagus dibanding bambu lain, selain itu punya corak keunikan tersendiri serta tahan lama. Bambu batik sendiri merupakan jenis atau lebih dikenal sebagai bambu Cina, namun Bertha lebih suka menyebutnya bambu batik sehingga terkenal sampai kemancanegara.

Baca Juga: Tak Disangka! Gadis Cantik Ini Dulunya Pemulung Kini Jadi Pengusaha Sukses

"Ada dari wisatawan-wisatawan asing yang bertanya nama bambunya, nah saya sebagai orang Indonesia, kita harus bawa nama Indonesia, jangan bawa nama Cina, karena biasanya kalau ditanya wisatawan, kalau kita sebut bambu Cina nanti ini asalnya dari Cina, sehingga untuk membawa nama Indonesia, saya ganti jadi bambu batik. Jadi terkenal di luar negeri ini bambu batik," jelas Bertha.

Hasil kerajinan bambu batik ini kata Bertha sudah sampai ke luar negeri seperti Dubai, Belanda, Hongkong, dan China. Belanda biasanya suka dengan model serangga, ada juga miniatur rumah panggung. Kalau Cihna suka sekali dengan model miniatur rumah.

"Sebelum pandemi, untuk pemasaran sampai luar negeri, ada yang lewat Dinas terkait, ada juga yang datang beli langsung. Wisatawan asing paling banyak membeli sebelum pandemi, kalau tamu-tamu lokal hanya dari dinas-dinas terkait dan pribadi," kata Bertha

Untuk pembuatan miniatur seperti model bunga memakan waktu dua sampai dengan tiga hari, tergantung tingkat kesulitan masing-masing model. Untuk harga jual bervariasi mulai dari Rp250 sampai puluhan juta.

"Kalau model bunga, harga standarnya itu Rp250 sampai Rp1 juta. Yang paling mahal biasanya miniatur, seperti miniatur kantor walikota yang pernah saya buat, ada juga model udang, tergantung tingkat kesulitan, kalau tidak terlalu sulit biasa harganya, tapi kalau sulit, itu yang biasanya harganya mahal," kata Bertha.

Meski di tengah pandemi saat ini Bertha tetap eksis membuat miniatur kerajinan yang dirintisnya sejak 2021. Bambu batik sendiri didapatnya dengan cara membeli di Kabupaten Kepulauan Sangihe jika pesanan lagi banyak,  tapi juga ada bambu yang ditanamnya di kebun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini