IHSG Pekan Ini Akan Dipengaruhi Sentimen The Fed, Evergrande hingga Pernyataan Sri Mulyani

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 27 September 2021 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 278 2477303 ihsg-pekan-ini-akan-dipengaruhi-sentimen-the-fed-evergrande-hingga-pernyataan-sri-mulyani-3SeIAzq2bO.jpg Gerak IHSG Pekan Ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan kelima September 2021 akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, sentimen pertama datang dari luar negeri, di mana The Federal Reserve AS diperkirakan akan memulai pengurangan pembelian obligasi.

The Fed memang tidak mengumumkan secara pasti kapan akan memulai tapering, tetapi The Fed mengatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan (tapering) segera setelah November 2021. Dampak tapering mungkin tidak akan terlalu besar mengguncang pasar saham negara berkembang karena sudah diantisipasi pelaku pasar cukup lama.

Menurutnya, The Federal Reserve AS berpeluang menaikkan suku bunga jauh lebih cepat daripada negara-negara maju yang lain. Setelah Tapering the Fed membuka jalan bagi kenaikan suku bunga.

"The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga mungkin lebih cepat dari yang diharapkan karena bank sentral AS mendapat momentum untuk melakukan pergantian dari kebijakan krisis akibat pandemi," ujar Hans dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Sentimen selanjutnya, terkait dengan kenaikan indeks Hang Seng Hong Kong di mana pada Kamis lalu mengalami rebound lebih dari 1 persen, dengan saham Evergrande naik lebih dari 17 persen karena investor berspekulasi pemerintah China tidak akan membiarkan perusahaan tersebut hancur dan akan menyediakan lebih banyak likuiditas untuk pasar.

Bank sentral China mengatakan telah menyuntikkan dana sebesar CNY120 miliar atau sekitar USD19 miliar (Rp271 triliun, asumsi kurs Rp 14.250/USD) ke dalam sistem perbankan China dengan harapan dapat menyelamatkan Evergrande.

Beijing menyuntikkan dana tunai ke dalam sistem keuangan, ketika raksasa properti Evergrande mengumumkan akan melakukan pembayaran bunga obligasi di pasar domestik, dan sampai saat ini belum ada kabar apakah Evergrande juga melakukan pembayaran kupon obligasi dolar yang jatuh tempo, dan akan lebih banyak jatuh tempo di pekan depan.

"Investor masih menunggu untuk melihat apakah Evergrande akan membayar bunga USD83 juta pada obligasi berdenominasi dolar AS yang jatuh tempo Kamis. Beberapa pemegang obligasi luar negeri mengatakan belum menerima pembayaran kupon pada batas waktu Kamis. Lebih banyak bunga obligasi berdenominasi dolar akan jatuh tempo pekan depan. Perusahaan sejauh ini tetap diam dan memiliki waktu 30 hari sebelum secara teknis default," kata dia.

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis ekonomi triwulan III-2021 meningkat dalam rentang empat persen sampai dengan lima persen, seiring dengan mulai membaiknya berbagai indikator perekonomian.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terlihat berhasil menjaga dan mengendalikan varian Delta di seluruh wilayah Indonesia memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia. Hal ini memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat di triwulan IV-2021, dengan asumsi varian baru dan munculnya klaster baru akibat berbagai kegiatan bisa terkendali dengan baik.

"Pelaku pasar juga merespons positif pernyataan Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2021 mencapai Rp382,2 triliun atau setara 2,04 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Defisit ini dianggap wajar karena kondisi ekonomi global yang sedang bermasalah akibat pandemi Covid-19," ucapnya.

Kekhawatiran Evergrande Kembali naik di tengah ketidakjelasan pembayaran bunga dan pokok obligasi jatuh. Pernyataan the Fed menenangkan pasar, tetapi indikasi jelas tapering akan dilakukan.

"IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 6.100 sampai 5.996 dan resistance di level 6.169 sampai 6.200," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini