Efisiensi, Krakatau Steel (KRAS) Pangkas 62% Karyawan

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 27 September 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 278 2477563 efisiensi-krakatau-steel-kras-pangkas-62-karyawan-5VnQpxijnb.jpg Krakatau Steel (Foto: Okezone)

JAKARTA - Efisiensi yang dilakukan PT Krakatau Steeel Tbk (KRAS) untuk menekan beban keuangan akibat rugi yang diderita selama 8 tahun menjadi pilihan tepat. Namun sayangnya, efisiensi dengan merampingkan karyawan hingga 62% menjadi 2.929 orang dari sebelumnya 7.710 orang menjadi pil pahit bagi emiten produsen baja tersebut.

Direktur Utama KRAS, Silmy Karim mengatakan, penguatan organisasi dan regenerasi karyawan yang saat ini lebih banyak didominasi oleh karyawan muda, sehingga kinerja menjadi lebih produktif. KRAS mengembangkan pemimpin-pemimpin muda potensial di setiap unit dan direksi baik di induk maupun anak usaha.

"Krakatau Steel pun melakukan perampingan jumlah karyawan hingga 62% dari jumlah karyawan 7.710 orang menjadi saat ini 2.929 orang," paparnya seperti dikutip Harian Neraca, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Lunasi Utang, Emiten Milik Tahir Raup Pinjaman Rp450 Miliar

Dia melanjutkan, sampai Agustus 2021 ini, Krakatau Steel mampu menurunkan kembali fixed cost hingga 16% dan variable cost hingga 8%. Upaya efisiensi ini meneruskan penghematan yang sudah dilakukan di tahun 2020 dengan penurunan biaya operasional hingga 41%. Kemudian dari sisi transformasi, saat ini Krakatau Steel sudah melakukan perubahan budaya kerja menjadi performance culture, sehingga proses kerja menjadi lebih lincah dan lebih cepat.

Sesuai dengan visi misi baru, saat ini Krakatau Steel lebih kompetitif, untung, dan terpercaya. Hingga Agustus 2021, KRAS terus mencatatkan tren peningkatan kinerja positif dengan pencapaian laba bersih sebesar Rp800 miliar, meningkat 54% dari realisasi periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp362,5 miliar.

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik, PTBA Targetkan Produksi 31 Juta Ton

Selain itu, produktivitas Krakatau Steel hingga Agustus 2021 juga tercatat mengalami peningkatan. Penjualan produk naik 31% menjadi 1,279 juta ton dibandingkan di periode sama tahun 2020 sebesar 980.000 ton.

Sementara, dari sisi produksi naik 45% menjadi 1,307 juta ton hingga Agustus 2021, dibandingkan dengan periode sama tahun 2020 yang sebesar 900.000 ton. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui, transformasi yang telah dilakukan PT Krakatau Steel Tbk membuahkan hasil positif sehingga kinerja keuangan makin sehat dan tumbuh positif.

Kata Menteri BUMN, Erick Thohir, KS menjadi bukti nyata kesuksesan perubahan yang dilakukan oleh BUMN. "Krakatau Steel sesuai dengan restrukturisasi memang harus melakukan tiga tahapan, dan tentu tahapan ini sudah berhasil mencapai tahap 1 dan 2. Dan kalau kita lihat performanya sekarang ini, Krakatau Steel yang sebelumnya rugi selama 8 tahun terakhir, sekarang sudah untung Rp800 miliar, tetapi saya bilang kepada managemen untuk jangan berpuas diri karena hal ini penting untuk terus ditingkatkan,"ujarnya.

Menurutnya, transformasi BUMN menjadi keharusan agar dapat menjadi perusahaan BUMN kelas dunia yang semakin profesional, kompetitif, dan menguntungkan. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, membuka makin banyak lapangan pekerjaan, dan berkontribusi lebih besar pada pendapatan negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini