Panic Buying hingga Krisis Sopir Truk BBM, Ribuan SPBU di Inggris Tutup

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 27 September 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 320 2477526 panic-buying-hingga-krisis-sopir-truk-bbm-ribuan-spbu-di-inggris-tutup-dYz2ZAMcl5.jpg Ribuan SPBU di Inggris Tutup

JAKARTA - Ribuan SPBU di Inggris tutup. Hal ini dikarenakan Inggris tengah dilanda krisis energi yang disebabkan karena meningkatnya harga gas alam dan tarif listrik sehingga membuat konsumen melakukan panic-buying di beberapa lokasi SPBU.

Petrol Retailers Association / Asosiasi Pengecer Bensin yang memiliki hampir 5.500 pom swasta mengatakan sekitar dua pertiga dari anggotanya telah menjual seluruh stok yang ada dengan sisa yang segera habis.

Ketua asosiasi Brian Madderson mengungkapkan bahwa kelangkaan ini terbentuk karena adanya panic buying alias perilaku konsumen membeli barang dalam jumlah banyak karena ketakutan akan suatu hal.

"(Sebenarnya) ada banyak jenis bahan bakar di negara ini, tapi memang hal itu salah bagi para pengendara," katanya kepada BBC, Senin, Jakarta, (27/9/2021).

Antrean panjang kendaraan mengular di depan SPBU akhir pekan lalu dan menimbulkan suasana yang tegang di antara konsumen.

Pengemudi kendaraan yang menunggu berjam-jam membuat saling cekcok hingga aparat Kepolisian turun tangan.

Kepolisian mendapat laporan adanya perkelahian antara pengemudi yang sedang antre di depan pom bensin. Seorang pria diamankan karena diduga melakukan penyerangan.

Seperti diketahui, krisis energi yang terjadi di Inggris diperparah dengan minimnya pengemudi truk dalam industri pengangkutan.

Industri tersebut melaporkan kekurangan puluhan ribu pekerjaan pengemudi truk angkut sebagai imbas dari badai pandemi ditambah para pekerja yang telah lanjut usia, serta eksodus pekerja asing pasca-keluarnya Inggris dari Uni Eropa tahun lalu.

Pemerintah Inggris berupaya untuk memulihkan pekerjaan tersebut dengan mengeluarkan 5.000 visa darurat untuk tiga bulan bagi pengemudi truk mulai Oktober mendatang, serta 5.500 visa untuk pekerja di industri peternakan.

Adapun rencana tersebut mendapat sambutan baik dari industri jasa angkut dan peternakan.

"Itu terlalu sedikit dan sepertinya sudah terlambat," kata Presiden Konfederasi Industri Britania Raya Ruby McGregor-Smith dilansir Associated Press.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini