Pencairan Pinjol Ilegal Secepat Kilat tapi Ujungnya Jadi Malapetaka

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 27 September 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 320 2477552 pencairan-pinjol-ilegal-secepat-kilat-tapi-ujungnya-jadi-malapetaka-BrUrGHHlCv.jpg Pinjol Ilegal Cair Cepat tapi Jadi Petaka. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pinjaman online menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapat pinjaman karena kemudahan layanannya. Hanya saja terdapat potensi risiko kejahatan yang kerap terjadi.

Seperti kejahatan siber, misinformasi, transaksi error, dan penyalahgunaan data pribadi. Seringkali pinjol ilegal menyebar perangkap di masyarakat dengan akses yang sangat mudah dibandingkan pinjol legal.

Karena itu Ketua Satgas Waspada Investasi atau SWI dari OJK Tongam Lumban Tobing memberikan edukasi bahwa sebenarnya masalah pinjol resmi atau legal bukan soal lebih mudah atau sulit syaratnya. Karena bagaimanapun juga pinjaman secara prinsip umum, harus dibayarkan kembali.

Baca Juga: Tak Punya Barang Digadaikan, Masyarakat Cari Utang di Pinjol

"Karena itu sudah seharusnya pelaku pinjol legal membuat suatu persyaratan bagi calon nasabah. Tujuannya jelas untuk menilai kemampuan bayar dari nasabah peminjamnya," ujar Tongam dalam Special Dialog Okezone, di Jakarta, Senin (27/9/2021).

Menurut dia akan sangat sulit bagi pinjol legal bila pinjaman yang disalurkan nantinya tidak dibayar oleh peminjam. Kelangsungan usahanya akan terancam tidak berlanjut alias bangkrut.

"Karena itu proses scoring atau penilaian kemampuan nasabah sangat penting dilakukan," jelasnya.

Baca Juga: Memberantas Pinjol Ilegal, Rentenir Berkedok Digital yang Bikin Resah

Namun ini kontras dengan pinjol ilegal yang sengaja membuat syarat sangat mudah. Cukup hanya fotokopi KTP dan foto diri maka duit pinjaman bisa didapatkan. Ini yang membedakan dengan pinjol legal walaupun memiliki credit scoring tapi tetap memiliki transparansi dalam peminjaman. Sehingga menguntungkan peminjam. Kemudian ada juga perlindungan masyarakat karena diawasi OJK dan asosiasi.

"Sementara di pinjol ilegal tidak ada pengawasan melainkan dilakukan pemberantasan. Jadi walaupun mudah mendapatkan pinjaman di pinjol ilegal tapi justru itu sangat berbahaya," tegasnya.

Bahaya besar yang harus dihadapi bila nekat menggunakan pinjol ilegal adalah tidak adanya transparansi untuk nasabah. Contohnya jangka waktu yang diberikan 90 hari untuk pengembalian namun ternyata menjadi hanya seminggu. Sedangkan bunga bisa dikenakan 3% per hari. "Bagaimana bisa masyarakat membayar hanya dikasih waktu seminggu? Ini sudah termasuk praktik penipuan dan pemerasan," sambungnya.

Lalu juga ada teror intimidasi yang harus dihadapi masyarakat luas. Karena salah satu syarat peminjam ialah harus memberikan akses data kontak di handphone. Ini adalah malapetaka tiba tiba orang dapat teror karena dituduh sebagai penjamin.

"Karena semua data-data dipakai untuk penagihan bila kita tidak mampu bayar. Lalu akan dibuat WA Grup yang melibatkan pihak yang tidak kenal dengan peminjam. Jadi pinjol ilegal selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain," ungkapnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat akan risiko pada aplikasi pinjaman online ilegal. Beberapa praktik pinjol ilegal perlu diwaspadai masyarakat.

Di antaranya memberikan penawaran kepada calon nasabah dengan persyaratan yang mudah tanpa harus bertemu ataupun bertatap muka.

"Pelaku pinjaman online ilegal memiliki syarat kepada para nasabah untuk mengikuti kebijakan atau ketentuan dalam aplikasi pinjaman online, di mana data nomor kontak dalam ponsel nasabah dapat dibuka oleh pemberi pinjaman," kata Sigit beberapa waktu lalu.

Bahkan yang paling merugikan, papar Sigit, peminjam yang sudah membayar pinjaman namun status pinjaman tidak dihapus dalam aplikasi. Dengan alasan tidak masuk dalam sistem.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini