Orang Indonesia Banyak Wisata Religi ke Luar Negeri, Sandiaga: Ini Potensi Terbesar

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 27 September 2021 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 320 2477620 orang-indonesia-banyak-wisata-religi-ke-luar-negeri-sandiaga-ini-potensi-terbesar-BZcbcARJ34.jpg Menpar Sandiaga Uno. (Foto: Okezone.com/Kemenpar)

JAKARTA  – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berupaya meningkatkan wisata halal di Indonesia. Pasalnya, Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim, punya peluang besar untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui wisata halal.

Sandi mengatakan, pariwisata halal banyak diminati oleh wisatawan nusantara. Sebab, pada realitanya, banyak ditemui wisatawan lokal yang pergi berwisata ke negeri orang untuk berwisata religi.

Itulah yang menjadi dasar pria berkaca mata ini untuk fokus pada pengembangan wisata halal di Tanah Air.

Baca Juga: Sri Mulyani Singgung Bom Bali dan Pandemi Covid-19, Ada Apa?

“Yang menjadi potensi terbesar dari pariwisata halal ini adalah wisatawan nusantara. Dan wisatawan nusantara ini yang terbiasa berwisata di luar negeri untuk berwisata religi maupun berwisata yang konsepnya muslim friendly tourism. Dikarenakan pandemi tidak memiliki banyak pilihan, dan ini yang harus kita fokuskan,” ujarnya dalam Weekly Press Briefing, Senin (27/9/2021).

Ia mengatakan beberapa provinsi di Indonesia sudah ada yang mengambil posisi kepemimpinan sebagai pariwisata halal. Tentunya, hal ini menjadi langkah yang baik untuk mendorong provinsi lain dalam mengembangkan wisata halal. Dimana keuntungan dari program ini tak jauh untuk meningkatkan ekonomi kreatif setiap daerah.

Baca Juga: Sandiaga Uno Sindir Anggarannya Dipangkas, Sri Mulyani: Itu Bukan Saya Ingin Mengurangi

“Beberapa provinsi sudah mengambil posisi kepemimpinan di pariwisata halal ini. Di antaranya Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, dan NTB yang tentunya pernah menjadi destinasi terbaik halal dunia,” sebutnya.

Kabar baiknya, kata Mas Menteri, saat ini sudah ada beberapa provinsi yang mengajukan daerahnya untuk dijadikan wisata halal. Seperti, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan beberapa provinsi lain yang memiliki konsep secara holistik.

Baginya, hal tersebut merupakan salah satu titik terang untuk mengembangkan pariwisata halal ke depan.

Di samping itu, selama proses pengembangan pariwisata halal, ia mengaku bahwa pihaknya tidak mengalami kendala yang berarti. Hanya saja dari sisi pemahaman antara seluruh pemangku kepentingan tentang pariwisata halal ini, belum terbentuk satu frekuensi.

Oleh karena itu, pihaknya tak henti dalam mensosialisasikan dan memberikan edukasi supaya program baiknya dapat diterima dan didukung oleh para pemangku kepentingan.

“Kita harapkan, wisata halal ini menjadi salah satu peluang wisata minat khusus di tengah pandemi dan pasca pandemi nanti,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini