OJK Tutup 425 Investasi Bodong dan 1.500 Pinjol Ilegal

Antara, Jurnalis · Senin 27 September 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 320 2477643 ojk-tutup-425-investasi-bodong-dan-1-500-pinjol-ilegal-vTBDAqNo3b.jpg OJK tutup investasi bodong dan pinjol ilegal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup 425 penyelenggara investasi bodong dan 1.500 fintech P2P lending atau pinjol ilegal selama 2020 sampai pertengahan Juli 2021.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas dukungan yang solid dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang terus menerus, termasuk juga dalam menghentikan maraknya investasi dan fintech P2P lending yang ilegal," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi & Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (21/9/2021).

Baca Juga: 5 Tips Jaga Saldo Rekening agar Aman dari Pembobolan

Menurut dia, intermediasi dana masyarakat di tengah pandemi memang bertransformasi dengan moda yang berbeda, seiring munculnya P2P lending dan Securities Crowd Funding sebagai platform intermediasi berbasis teknologi informasi.

Maka dari itu, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran berbagai platform di Tanah Air telah memudahkan hidup masyarakat dan menciptakan sebuah gaya hidup baru.

Baca Juga: Pengumuman, OJK Cabut Izin Usaha Group Lease Finance Indonesia

"Meski membantu, dunia digital juga mengandung potensi kerawanan," ucap Tirta.

Dengan tingkat literasi digital yang masih rendah, ia mengungkapkan seringkali OJK menerima pengaduan yang kelihatannya sederhana, misalnya pencurian nomor PIN atau Kode One-Time Password (OTP) yang bocor, sampai dengan yang pengaduan dengan kejahatan canggih, seperti peretasan hingga pencurian data pribadi.

Adapun kerusakan yang ditimbulkan oleh kejahatan digital menimbulkan bahaya yang lebih tinggi daripada kejahatan keuangan konvensional.

Oleh karenanya, Tirta menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung inovasi produk teknologi di sektor jasa keuangan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan konsumen.

Proses pengujian produk keuangan di OJK selalu dilakukan untuk memastikan bahwa produknya aman dan kepentingan konsumen tetap terlindungi secara seimbang dengan berkembangnya inovasi di sektor keuangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini