Mentan Pastikan Stok Jagung untuk Pakan Ternak Aman

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 27 September 2021 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 320 2477794 mentan-pastikan-stok-jagung-untuk-pakan-ternak-aman-xq0TIv9P4U.jpg Mentan Cek Ketersediaan Jagung untuk Pakan Ternak. (Foto: Okezone.com/Kementan)

SERANG - Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan jagung nasional khususnya untuk pakan ternak dalam posisi aman. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke pabrik pakan ternak (feedmill) milik PT. Japfa Comfeed Indonesia di Serang - Banten. 

“Atas perintah Bapak Presiden, kami diminta untuk melakukan validasi fakta dan cek data di lapangan. Pak Presiden minta tidak hanya data tapi bagaimana fakta yang ada dilapangan, oleh karena itu saya bersama eselon 1 dan Eselon 2 Kementan lakukan validasi, salah satunya hari ini di pabrik pakan terbesar di Indonesia yaitu Japfa” tutur Syahrul, Senin (27/9/2021).  

Baca Juga: Wih, Harga Jagung RI Lebih Mahal Dibanding di AS

Di pabrik yang mampu menampung stok kurang lebih 850.000 ton pakan ternak tersebut, Syahrul menegaskan pihaknya terus menggenjot produksi jagung khususnya untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak secara nasional. Ia meminta agar semua pihak termasuk perusahaan pakan untuk melakukan penyerapan jagung dari petani lokal secara maksimal.

Baca Juga: Harga Jagung di Tingkat Petani Anjlok, Apa Upaya Kemendag?

“Berdasarkan penjelasan dari Direksi tidak ada masalah terkait pasokan jagung, tentu ada dinamika yang terjadi dilapangan dan memberi pengaruh pada aspek distribusi dan lainnya secara nasional, tetapi secara faktual, secara nyata kondisi jagung kita cukup normal, di sini minimal menerima 200 truk setiap hari dan itu diambil lebih banyak dari luar Jawa,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Badan Ketahanan Pangan (BKP), stok jagung nasional pada minggu IV (20 September 2021) mencapai 2,75 juta ton.

Stok tersebut tersebar, dengan rincian 856.897 ton (31%) berada di pabrik pakan; 744.250 ton (27%) di pengepul; 423.502 ton (15%) di agen; 288.305 ton (11%) di pengecer; 276.300 ton (10%) di usaha lain atau pakan mandiri; dan sisanya 6% berada di industri pangan, rumah tangga, dan lain-lain. 

Syahrul menjamin stok tersebut akan diperkuat dengan masa panen yang akan berlangsung dari September hingga Oktober 2021, ia mengaku banyak wilayah sentra jagung yang memasuki masa panen dalam beberapa waktu dekat.

“Besok, hari Rabu (29/9) saya akan lakukan panen raya jagung dibanyak titik secara serempak seluruh Indonesia. Panen ini sekaligus menjadi bukti bahwa produktivitas jagung kita cukup baik, artinya kondisi jagung kita dalam range dan dinamika yang bisa dikendalikan” tegas Syahrul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini