Utang Krakatau Steel Rp31 Triliun, Erick Thohir Cium Aroma Korupsi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 320 2477987 utang-krakatau-steel-rp31-triliun-erick-thohir-cium-aroma-korupsi-7qbPInyJ0g.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menduga adanya korupsi di internal PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, atau KRAS. Sejak 2019 lalu KRAS tengah melakukan restrukturisasi utang senilai 2,2 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 31 triliun.

Erick memperkirakan utang masa lalu itu kemungkinan adanya tindakan korupsi.

"Krakatau Steel itu dia punya utang 2 miliar dolar AS. Salah satunya investasi 850 juta dolar AS, itu tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi," ujar Erick dalam Webinar, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Wujudkan Kesetaraan Gender di BUMN

Kementerian BUMN pun akan menelusuri dugaan tindak kejahatan tersebut. Menurutnya, penegakan hukum bagi bisnis proses yang salah harus diperbaiki.

"Dan kita akan kejar, siapa pun yang merugikan. Karena ini kembali, bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah kita perbaiki," ungkapnya.

Baca Juga: Ini 6 Perempuan Milenial Calon Pengganti Erick Thohir Jadi Menteri BUMN

KRAS baru saja mencatatkan keuntungan sebesar Rp800 miliar pada kuartal II 2021. Sebelumnya, emiten mengalami kerugian selama 8 tahun terakhir. Pada 2019 lalu, tercatat Krakatau Steel mengalami kerugian 503,65 juta dolar AS atau setara Rp7,2 triliun.

Dan di 2020, KRAS mencatat laba sebesar bersih 23,67 juta dolar AS atau sekitar Rp339 miliar. Jumlah itu meningkat pada kuartal II tahun ini atau sekitar Rp 800 miliar.

Saat ini KRAS memasuki tahap ketiga restrukturisasi setelah melewati dua fase sebelumnya. Dimana, sejak 2019 lalu manajemen melakukan restrukturisasi utang senilai 2,2 miliar dollar AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini