Erick Thohir Pasrah Kontribusi BUMN Tahun Ini Stagnan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 320 2478031 erick-thohir-pasrah-kontribusi-bumn-tahun-ini-stagnan-c5M0Xy0eCV.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memprediksi kontribusi perusahaan pelat merah pada 2021 akan tercatat stagnan. Kontribusi itu berupa dividen, pajak, dan Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dari estimasi awal pemegang saham, dividen BUMN tahun ini saja mencapai Rp 30 triliun-Rp35 triliun, meski 90 persen perusahaan terdampak Covid-19. Target tersebut lebih rendah dari proyeksi semula yakni Rp40 triliun.

"Paling tidak pada 2021 paling (kontribusi) stagnan dulu, tapi ke depan ada peningkatan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, dalam Webinar, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Wujudkan Kesetaraan Gender di BUMN

Meski begitu, pemegang saham meyakini perbaikan nilai sumbangsi perusahaan negara dapat dilakukan pada periode 2022-2024 mendatang. Dimana, pada tahun depan dividen ditargetkan berada di angka Rp 35,6 triliun.

Target itu pun dinilai masih rendah bila dibandingkan dengan kondisi sebelum Covid-19. Tercatat, sejak 2010-2019 total dividen yang dikontribusikan BUMN mencapai Rp377,8 triliun dan penerimaan pajak sebesar Rp1.518,7 triliun.

Baca Juga: Ini 6 Perempuan Milenial Calon Pengganti Erick Thohir Jadi Menteri BUMN

Sementara, sepanjang 2020 kontribusi BUMN ke negara mencapai Rp375 triliun. Angka ini terdiri atas dividen, pajak, dan PNBP.

Namun, kondisi berbalik arah karena proses restrukturisasi akibat dampak langsung pandemik ataupun warisan masalah lain BUMN, sehingga dividen yang dipatok pemerintah tak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Di lain sisi, Erick mengingatkan pemerintah memerlukan dana alternatif untuk program penanganan Covid-19 hingga investasi pasca pandemi. Karena itu, upaya kontribusi BUMN pun diupayakan bisa ditingkatkan pada 2022 mendatang.

"Tapi kita tahu bahwa banyak sekali program pemerintah memerlukan dana ya untuk membantu rakyat yang kesulitan atau investasi daripada pasca Covid itu sendiri," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini