Bank Dunia Sebut Ekonomi RI Tumbuh 3,7% Tahun Ini

Antara, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 320 2478084 bank-dunia-sebut-ekonomi-ri-tumbuh-3-7-tahun-ini-K0DpopXcSx.jpg Pertumbuhan ekonomi 2021 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Dunia meramal ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 3,7%. Prediksi ini lebih rendah dari yang dilakukan pada April lalu yaitu 4,4% akibat kenaikan kasus COVID-19 terutama varian Delta.

“Kapasitas pemerintah menjalankan strategi secara cerdas menjadi penting. Instrumen 3T bisa mengatasi varian Delta yang mudah menular,” kata Kepala Ekonom Bank Dunia Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo dalam World Bank East Asia and Pacific Economic Update Briefing di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Soal Skandal Manipulasi Data Kemudahan Berbisnis Bank Dunia, Bahlil: Ya Gitu Deh

Matto menyatakan program vaksinasi adalah upaya penting untuk memulihkan ekonomi tidak hanya bagi Indonesia melainkan juga negara-negara lain di Kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Dia menyebutkan banyak negara yang program vaksinasinya akan mencapai 60% dari populasi pada beberapa bulan ke depan bahkan untuk Indonesia dan Filipina diprediksi tercapai pada pertengahan tahun depan.

Baca Juga: Mari Elka Bilang Sudah Ada Tanda-Tanda Pemulihan Ekonomi

“Indonesia dan Filipina mudah-mudahan akan bisa mencapai batasan ini pada pertengahan tahun depan,” ujarnya.

Mattoo menjelaskan pencapaian tingkat vaksinasi akan memberikan sinyal bahwa mobilitas siap dimulai kembali sehingga perekonomian mampu normal dan bangkit.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya vaksinasi saja tidak cukup karena terdapat negara-negara yang memiliki tingkat vaksinasi tinggi namun ekonominya masih buruk.

Oleh sebab itu, Matto menyarankan agar langkah testing, tracing, dan isolation harus terus dilakukan pemerintah sembari masyarakat tetap melaksanakan disiplin protokol kesehatan.

Bank Dunia pun memprediksikan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan mencapai 5,2% sedangkan pada 2023 mampu mencapai 5,1%.

“Pertumbuhan itu bisa pulih sekitar 4,5% sampai 5% dalam beberapa tahun ke depan karena adanya kebijakan ekonomi makro yang sangat suportif,” kata Matto.

Selain vaksinasi, Matto mengatakan pertumbuhan juga akan dicapai melalui upaya lain yaitu kebijakan ekonomi makro yang suportif, langkah reformasi, serta adanya Undang-Undang baru.

“UU baru jadi untuk beberapa alasan kita cukup optimistik,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini