Erick Thohir Doakan Temuan Migas 204 Juta Barel Jadi Realita

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 320 2478090 erick-thohir-doakan-temuan-migas-204-juta-barel-jadi-realita-xp9eDlb6wa.jpg Temuan Potensi Sumber Migas. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menemukan potensi sumber minyak dan gas (migas) mencapai 204,7 juta barel. Menteri BUMN Erick Thohir pun berharap potensi Migas tersebut bisa menjadi kenyataan.

Erick mengatakan, di satu sisi produksi migas nasional tercatat menurun, namun di sisi lain pemerintah justru dikabarkan dengan temuan migas yang sangat menjanjikan tersebut.

Baca Juga: 7 Proyek Migas Produksi, Nilai Investasi Capai Rp20,9 Triliun

"Yang penting ada penemuan potensi cadangan migas 204,7 barel yang memang selama ini kota lebih banyak berpikir cadangan menurun, kita berdoa saja ini jadi realita," ujar Erick, Selasa (28/9/2021).

Pengembangan bisnis Pertamina ke depan sudah dipetakan dengan membentuk enam subholding di perusahaan. Terdiri dari subholding upstream, refinery and petrochemical, gas, power plant and renewable energy, commercials dan training dan integrated marine logistics.

Baca Juga: Harga Gas USD6 Tingkatkan Penerimaan Pajak

Fondasi Pertamina akan terus dijaga bahkan, pemegang saham menargetkan pada 2024 penjualan perusahaan mencapai sebesar 92 miliar dolar AS dan keuntungan 8 miliar dolar AS. Sementara, Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) berada di level 21,5 persen.

Sehingga, diharapkan valuasinya bisa menembus angka 100 miliar dolar AS untuk memperkuat posisi Pertamina dalam Fortune Global 500.

Erick Thohir menyebut target itu usai pemegang saham dan manajemen membentuk 6 subholding yang ditandai dengan selesainya proses restrukturisasi melalui penandatanganan sejumlah dokumen legal (legal end-state) sejak awal September 2021 lalu.

"Kita lihat kemarin pembentukkan holding migas dan subholding itu sudah terlihat dampaknya. Ini bagian dari efisiensi fokus kepada bisnisnya, sehingga ada operational excellence karena kita punya cita-cita, perusahaan yang valuasi 100 miliar dolar AS. ini saya rasa kita tahu Pertamina sudah masuk perusahaan terbesar di dunia, kalah sudah masuk nggak ada kata menurun, paling nggak stabil atau naik," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini