Menteri Investasi: UMKM Kuat Membangun Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 320 2478119 menteri-investasi-umkm-kuat-membangun-pertumbuhan-ekonomi-nasional-ql3HvL40Oi.jpg Peran UMKM dalam Membangun Ekonomi RI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa UMKM memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Dari total 131 juta lapangan pekerjaan, 120 juta di antaranya berasal dari UMKM. Bahkan 60% pertumbuhan GDP berasal dari UMKM.

"Tidak hanya itu, kontribusi UMKM ketika ibu pertiwi 'sakit' di tahun 1998, di mana defisit ekonomi kita -13%, cadangan devisa kita USD17 miliar, dan inflasi kita 88%. Yang jadi benteng pertahanan ekonomi nasional kita adalah UMKM, dan hal serupa terjadi saat pandemi sekarang," ungkap Bahlil, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Pinjol Legal Bantu Kembangkan UMKM, yang Ilegal Bikin Menderita

Dia mengatakan, memang situasi UMKM di tahun 1998 dan saat ini berbeda, karena sekarang baik pengusaha besar dan juga pelaku UMKM terdampak. Bahlil yakin, UMKM sebagai tulang punggung fondasi ekonomi nasional, pasti punya cara karena mereka berada pada pusat-pusat pedesaan, pusat-pusat kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan di pusat-pusat ibukota.

"Kami selalu bekerja sama dengan Pak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, yang memiliki kreativitas luar biasa. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pak Teten yang sudah bersusah payah mencari solusi-solusi terbaik untuk menyelamatkan UMKM kita," ucap Bahlil.

Baca Juga: 4 Kunci UMKM Tembus Pasar Global

Dalam konteks itu, UU Cipta Kerja di pasal 90 bagian UMKM, Kementerian Investasi dan KemenKop UKM selalu berkolaborasi untuk mencari solusi yang tepat dalam membangun aturan-aturan. Terkait perizinan UMK dan UMKM, yang saat ini sudah terbit sekitar 98% atau hampir sebanyak 90% ada pada UMKM.

"Khusus untuk UMK, ini hanya cukup dengan NIB. Kemudian SNI-nya pun sudah terjadi. Tidak perlu lagi kita memakai biaya A, biaya B untuk pengurusan izin. Sekarang sudah saatnya kita hadir bersama-sama mendorong UMKM," ungkapnya.

Kementerian Investasi mewajibkan setiap investasi masuk harus berkolaborasi dengan UMKM dan pengusaha daerah. Ini, sambung Bahlil, adalah bentuk afirmatif, keberpihakan negara untuk mendorong agar UMKM menjadi lebih besar atau naik kelas.

"Saya yakin dan percaya, sebagai mantan pengusaha yang bermula dari UMKM, jika UMKM kuat, maka Indonesia akan adil dalam membangun pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini