Sirkuit Mandalika Hidupkan Ekonomi Rakyat Lombok

Antara, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 470 2478331 sirkuit-mandalika-hidupkan-ekonomi-rakyat-lombok-FbEXvAudrj.jpg Sirkuit Mandalika. (Foto: Okezone.com)

LOMBOK - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai keberadaan sirkuit balapan berskala internasional di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika semakin menghidupkan ekonomi kerakyatan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Saya pikir kan nanti saat perlombaan balapan banyak orang datang ke sini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hidup karena ini sebagian diperuntukkan untuk UMKM. Jadi ekonomi rakyat hidup," kata Purbaya saat meninjau kondisi pembangunan Sirkuit Mandalika, dikutip dari Antara, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: KEK MNC Lido City Diharapkan Serap 29 Ribu Tenaga Kerja

Purbaya yang juga menjabat sebagai Oversight Board MGPA atau Dewan Pengawas dari Negara mengaku kedatangannya ke Sirkuit Mandalika untuk memastikan persiapan pelaksanaan World Superbike (WSBK) berjalan lancar.

Pihaknya membantu pemerintah memastikan MGPA berjalan lancar, sehingga tidak menyebabkan kegagalan dalam pelaksanaan WSBK pertama di Sirkuit Mandalika Lombok yang akan ditonton seluruh dunia pada November 2021.

Baca Juga: Investasi hingga Rp32 Triliun, Berikut Daftar Mega Proyek di KEK MNC Lido City

"Kami lega melihat perkembangan yang ada, karena eventnya tinggal dua bulan lagi, jadi kami deg-degan, jangan-jangan belum siap. Tapi setelah melihat sirkuitnya dan fasilitas di luar pendukungnya sudah siap, lebih baik dari yang kita duga," ujarnya

Menurut dia, penonton yang akan menyaksikan balapan tidak semua orang kaya-raya, namun ada juga dari kalangan biasa yang mungkin tidak akan menginap di hotel mewah dan memilih rumah penginapan (home stay). Hal itu yang akan menghidupkan ekonomi masyarakat.

MGPA juga sudah menjalin kontrak pelaksanaan balapan internasional MotoGP selama 10 tahun. Event balapan internasional tersebut akan menjadikan Lombok sebagai pusat perhatian dunia setiap tahunnya.

Hal itu, lanjut Purbaya, tentu harus didukung dengan manajemen seluruh sumber daya daerah, dalam pengertian budaya lokal harus dijaga jangan sampai tidak berhasabat dengan turis.

"Tapi saya pikir kalau di sini budaya sudah bagus, tinggal di tata saja. Saya pikir peran Lombok sebagai pusat pariwisata Indonesia yang ke 'satu setengah' akan bisa terjadi, jadi bukan Bali kedua," ucap Purbaya berseloroh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini