Literasi Asuransi Masih Rendah, OJK: Masyarakat Harus Paham Itu Apa

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 622 2478194 literasi-asuransi-masih-rendah-ojk-masyarakat-harus-paham-itu-apa-QKDCb14t9x.jpg Literasi Asuransi di Indonesia Masih Rendah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Tingkat literasi asuransi di Indonesia masih rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya pengaduan masyarakat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Beberapa waktu terakhir ada terjadi masalah di industri asuransi yang dikeluhkan masyarakat. OJK sering menerima pengaduan. Dari hal ini OJK melihat dari dua sisi. Dari sisi konsumen, tingkat literasinya masih rendah dan lembaga keuangannya tidak menjelaskan kepada konsumen dengan baik. Jadi ini yang akan OJK perbaiki di Bulan Inklusi Keuangan,” ujar Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara, dalam acara Media Briefing terkait Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang bertajuk Bangkitkan Ekonomi Bangsa, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Peminat Asuransi Turun, Klaimnya Meningkat hingga Rp49,4 Triliun

Menurutnya, saat ini masyarakat belum paham tentang asuransi. Ketika dikenalkan produk asuransi dengan lembaga tertentu, tak jarang konsumen langsung tanda tangan untuk menyetujui isi premi tanpa mengetahui sebelumnya.

“Kita akan edukasikan konsumen. Karena konsumen harus paham asuransi itu apa. Dan saya pesan, jangan tanda tangan sebelum Anda ngerti. Jangan pura-pura tahu terus langsung paraf-paraf saja,” jelas Tirta.

Baca Juga: 4 Strategi Tingkatkan Literasi dan Inklusi Industri Asuransi

Dia mengimbau, apabila konsumen belum paham mengenai asuransi yang ditawarkan, dapat meminta waktu kepada lembaga asuransi terkait untuk memahami premi yang ditawarkan.

Selain itu, lanjut Tirta, konsumen juga bisa menguhubungi pihak OJK untuk dijelaskan secara detail hingga konsumen paham. Adapun hal ini ditujukan untuk menghindari adanya pengaduan.

“Kalau Anda nggak ngerti, jangan buru-buru tanda tangan. Anda bisa minta waktu ke lembaga tersebut. Dan Anda boleh tanya-tanya dulu ke OJK, ini maksudnya apa. Telpon saja di 157, atau tanya lewat WhatsApp (081-157-157-157). Kita dengan senang hati menjawab. Karena itu urusannya soal edukasi. Kalau semuanya pinter, kan jadinya nggak ada pengaduan,” terang dia.

Dia menambahkan, bagi seluruh lembaga asuransi, diharapkan dapat menjelaskan secara rinci terkait produk hingga skema yang harus dipahami oleh konsumen. Jangan meminta konsumen untuk tanda tangan sebelum konsumen benar-benar mengerti.

“Dari sisi perasuransian juga kita dorong, Anda kalau jual produk tolong dijelaskan sejelas-jelasnya ke konsumen. Jangan di suruh tanda tangan sebelum dia sungguh-sungguh mengerti. Supaya nggak ada komplain dikemudian hari,” tegas Tirta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini