Harga Emas Berjangka Anjlok ke Level Terendah dalam 7 Pekan

Antara, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478448 harga-emas-berjangka-anjlok-ke-level-terendah-dalam-7-pekan-7AxVFY2vbL.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok ke level terendah tujuh minggu pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Harga emas turun karena dolar menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat dari perkiraan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD14,5 atau 0,83% menjadi ditutup pada USD1.737,50 per ounce.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp918.000/Gram

"Plot titik yang ditetapkan oleh anggota FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) menandakan kenaikan suku bunga Fed yang lebih awal dari perkiraan, dan pergerakan yang lebih tinggi melintasi kurva imbal hasil terus berdampak negatif pada emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Tertekan Kokohnya Dolar

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan naik kembali di atas 1,5%, level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, dengan pasar mulai memperhitungkan inflasi masa depan yang lebih tinggi.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus, tetapi imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik komoditas yang tidak memberikan imbal hasil.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Selasa (28/9/2021) bahwa ekonomi AS masih jauh dari mencapai pekerjaan maksimum, komponen kunci dari persyaratan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rivalnya naik 0,4%, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Dolar telah terapresiasi lebih lanjut selama beberapa hari terakhir, yang menambah tekanan pada harga emas. Pelaku pasar tampaknya memperkirakan kenaikan suku bunga lebih awal akan dilaksanakan oleh The Fed," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Sementara itu, lembaga riset The Conference Board yang berbasis di AS melaporkan pada Selasa (28/9/2021) bahwa indeks kepercayaan konsumen AS merosot ke 109,3 pada September, terendah tujuh bulan dan turun dari revisi 115,2 pada Agustus. Ini memberikan beberapa dukungan bagi emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 22,7 sen atau satu%, menjadi ditutup pada USD22,467 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD15,9 atau 1,63% menjadi ditutup pada USD961,9 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini