Industri Kelapa Sawit Untung, Erick Thohir Bingung PTPN III Malah Utang

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478487 industri-kelapa-sawit-untung-erick-thohir-bingung-ptpn-iii-malah-utang-MaPpq8xlSX.jpg Menteri BUMN Erick Thohir mempertanyakan utang PTPN III (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mempertanyakan utang Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III yang mencapai Rp41 triliun. Sebab, saat ini industri kelapa sawit dalam negeri justru mencatatkan keuntungan selama beberapa tahun belakangan ini.

Erick Thohir mengaku heran karena swasta berhasil mencatat kenaikan pendapatan di sektor kelapa sawit. Namun perusahaan BUMN justru membukukan kerugian hingga utang yang menggunung.

Baca Juga: Daftar 19 BUMN yang Bakal IPO, Dimulai Akhir 2021

"Nah yang luar biasa juga di PTPN, ini utangnya Rp41 triliun. Padahal yang namanya industri kebun kelapa sawit, swasta tuh untung, ini malah utang," ujar Erick, dikutip Rabu (29/9/2021).

Pemegang saham memang sudah memfasilitasi PTPN III dan 50 kreditur untuk menyepakati adanya restrukturisasi utang perseroan. Dimana, proses itu melalui penandatanganan Intercreditor Agreement (ICA) dengan anggota kreditur Sindikasi USD dan SMBC Singapore selaku Agen.

Baca Juga: Inalum Operating IPO 2022, MIND ID Kapan?

Fasilitas Sindikasi USD dengan limit USD390.600.000 ini merupakan bagian dari restrukturisasi kredit PTPN Grup yang nilainya mencapai Rp45,3 triliun dengan utang perbankan mencapai Rp41 triliun.

"Ini kita perbaiki juga, ini kan bank-nya juga bukan hanya Himbara, banyak Bank Internasional bank swasta yang kita ingin memberi confidence pada 50 bank ini bahwa prosesnya benar karena itu ada step 1,2,3," kata dia.

Tercatat, usai penandatanganan restrukturisasi tersebut, PTPN III pun mencatatkan keuntungan sebesar Rp1,4 triliun pada kuartal II-2021. Sementara, revenue atau pendapatan perseroan mencapai Rp21,3 triliun.

Erick juga mengingatkan agar manajemen tidak dininabobokan atas pendapatan yang baru saja diperoleh perseroan pelat merah itu.

Meski perusahaan berhasil membukukan pendapatan positif, Erick mencatat, ada restrukturisasi utang sebesar Rp43 triliun yang masih ditanggung manajemen hingga saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini