Integrasi Transportasi Jabodetabek, Menhub: Banyak yang Bilang Tebet Sekarang Berubah

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 470 2478637 integrasi-transportasi-jabodetabek-menhub-banyak-yang-bilang-tebet-sekarang-berubah-eySZTZCJ9W.png Menhub soal Integrasi Transportasi Jabodetabek (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Kini transportasi di Jabodetabek terintegrasi yang ditandai dengan peresmian integrasi transportasi Jabodetabek di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan.

Integrasi Transportasi Jabodetabek ini merupakan hasil kolaborasi bersama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), PT KAI, PT KCI, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, dan PT Jaklingko Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan konektivitas antar moda, baik kereta, KRL, bus, dan kendaraan-kendaraan kecil seperti sepeda motor bisa dilaksanakan dengan adanya titik-titik transit oriented development (TOD).

"Banyak sekali warga yang bercerita, "wah Tebet sekarang berubah ya". Ini suatu kebanggaan yang bisa dirasakan dan benar pak Anies, kita harus men-deliver titik-titik TOD ini dengan baik," ujar Budi, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Siap Bantu Anies Baswedan Hilangkan Persepsi Negatif soal Jakarta

Pihaknya melihat bahwa keharusan transportasi massal, baik itu MRT, LRT, KRL, TransJakarta, dan yang lainnya menjadi suatu keniscayaan yang harus dikawal.

"Jabodetabek itu wilayah aglomerasi yang besar. Jakarta tidak bisa berdiri sendiri, harus ada koneksi antar wilayah satu sama lain," ungkap Budi.

Salah satu yang telah diselesaikan adalah mengenai penataan Kawasan Stasiun Tahap 2 di Stasiun Tebet-Palmerah. Kemudian, juga ada pencanangan pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) di Stasiun Dukuh Atas.

Dia mengatakan, adanya integrasi transportasi di berbagai titik transportasi seperti Stasiun Tebet merupakan salah satu langkah eksekusi nyata dari program ini, dan akan memudahkan para pengguna transportasi umum.

"Ini real, nyata, kita membuat konsepnya, setelah itu kita eksekusi dengan satu konsep-konsep nyata membuat TOD maupun kerja sistem dan sarana yang ada disini," terang Budi.

Dia pun mengapresiasi upaya dan kolaborasi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan integrasi ini. "Ini semua bisa tercapai tidak terlepas dari kerja sama dan kolaborasi antar pihak, tanpa itu, nonsense kalau ini bisa berjalan dengan baik," kata Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini